<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>grosirkita.com</title>
	<atom:link href="http://www.grosirkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.grosirkita.com</link>
	<description>Pusat Grosir Tas Maika Etnik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 09:04:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Bila Pak Guru Berbisnis</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/bila-pak-guru-berbisnis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bila-pak-guru-berbisnis</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/bila-pak-guru-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 04:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=12157</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> Bila Pak Guru Berbisnis </p> <p style="text-align: justify;"> Prihatin atas mutu lulusan SMK, Sebagai guru SMK Negeri 4 Jakarta ini pun membuat alat peraga pendidikan sendiri. Belakangan ini SMK-SMK dari berbagai kota memesannya. Itu maklum karena harganya cuma setengah dan bahkan sepertiga dari produk serupa yang selama ini diimpor. </p> <p style="text-align: [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><span style="color:#800000;">Bila Pak Guru Berbisnis</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Prihatin atas mutu lulusan SMK, Sebagai guru SMK Negeri 4 Jakarta ini pun membuat alat peraga pendidikan sendiri. Belakangan ini SMK-SMK dari berbagai kota memesannya. Itu maklum karena harganya cuma setengah dan bahkan sepertiga dari produk serupa yang selama ini diimpor.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Agus Martoyo sangatlah berbeda dengan rekan sejawatnya. Tak hanya kendaraan pribadinya &mdash; Mercedes-Benz Brabus C240 &mdash; tapi juga inovasi dan jiwa bisnisnya. Semuanya itu berkat inisiatifnya membesut bisnis alat peraga pendidikan dengan bendera Citralab.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Agus adalah guru pendidikan elektronika di SMK Negeri 4 Jakarta Utara yang gelisah atas kondisi pendidikan di sekolah menengah kejuruan. Agus tidak puas terhadap kualitas lulusan SMK di masa lalu. Separuh persoalan dirasanya terletak pada minimnya ketersambungan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri yang akan menyerapnya. Tak jarang ia melihat siswa SMK yang dimagangkan dengan tujuan mendapat praktik ilmu lapangan tetapi ternyata hanya dijadikan&nbsp;<em>office boy</em> Sehingga tujuan menciptakan lulusan siap kerja akhirnya berantakan, kata Agus ketika diwawancara&nbsp;di laboratorium pendidikan elektronika di sekolahnya di Jalan Rorotan VI Cilincing Jakarta Utara.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">PNS golongan 3D itu menambahkan, melihat betapa berantakannya pengelolaan alat peraga pendidikan impor di sekolah-sekolah. Sudah dibeli mahal-mahal, saat rusak suku cadangnya tidak murah dan sulit didapat. Juga karena barang impor, jadi belum tentu semua pengajar diberi pelatihan. Maka alat itu tidak termanfaatkan maksimal, ucap kelahiran Wonogiri 4 Juni 1960 yang telah menjadi guru di Jakarta sejak 1980 itu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Oleh karena itu lulusan D-1 Keterampilan Elektronika IKIP Jakarta dan S-1 Pendidikan Luar Sekolah IKIP Bandung itu bertekad mengubah kondisi tersebut dengan cara yang dipahaminya, yaitu membuatkan alat peraga bagi para siswa SMK. Bertujuan agar siswa SMK bisa memahami pola kerja di perusahaan dengan demikian mereka akan siap kerja ketika lulus. Tidak hanya itu, ketersediaan alat bantu pendidikan lokal membuat harganya semakin murah harganya, dukungan suku cadang pun murah dan melimpah serta memudahkan untuk mendidik para pengajar yang akan memakainya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Ternyata, proyek dengan bendera Citralab itu akhirnya mengantarkannya menjadi inovator di bidang alat peraga pendidikan untuk SMK. Ini karena produk-produknya unik dan tidak banyak pesaing lokalnya di Indonesia. Ditambah dengan harganya yang hanya setengah bahkan ada yang sepertiganya dari produk sejenis impor, sehingga pesanan pun semakin meledak.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Agus mengawali kreasinya pada 2003 bermodalkan Rp 100 juta, yaitu hasil tabungannya dari&nbsp;<em>nyambi</em>&nbsp;kanan-kiri di sela waktu luangnya mengajar. Hasil karya pertamanya adalah peralatan lab bahasa Inggris. Sebab kebutuhan penguasaan bahasa Inggris sangat krusial untuk bersaing di dunia kerja dan bisnis, Peralatan lab ini diproduksi dengan cara semudah mungkin. Agus mengombinasikan antara perangkat keras komputer dan peralatan audio video yang sudah tersedia di pasaran dan menciptakan sendiri <em>software</em>&nbsp;bahasa Inggris. Agus dibantu siswa-siswa elektronika yang diajarnya. Saya meminta kerelaan mereka membantu seusai jam sekolah. Tidak semua saya minta, ada juga yang tidak bersedia, bagi saya itu tidak masalah, ujar Agus yang pernah menjadi tenaga lepas desainer furnitur&nbsp;<em>indoor</em>&nbsp;dan<em>outdoor</em>&nbsp;serta desainer mesin di berbagai perusahaan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Hanya dalam tempo sebulan, maka jadilah produk peranti lab bahasa yang dirintis Agus. Tetapi persiapannya 3-4 bulan, ujarnya. Agus juga menawarkannya ke pihak SMKN 4 yang kemudian menghubungkannya dengan Suku Dinas Pendidikan setempat. Regulasi itu memang mensyaratkan semua penawaran alat bantu pendidikan melalui tender di Suku Dinas Pendidikan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di Suku Dinas Pendidikan setempat, Agus pun kembali dibantu diperkenalkan dengan perusahaan yang biasa memasok peralatan pendidikan PT Dinar Semesta kemudian Suku Dinas Pendidikan mengadakan tender kebutuhan lab bahasa Inggris yang diikuti Dinar dengan dukungan peralatan dari saya, kata Agus yang sampai kini belum memiliki badan usaha. Berjumlah 18 unit perangkat lab bahasa itu pun sukses dijual dengan harga total Rp 60 juta saja untuk digunakan di SMKN 4. Saya itu memang tidak terlalu memikirkan laba, tapi yang penting bisa membantu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kunci harga kompetitif diperoleh Agus berkat penggantian komponen impor dengan berbagai peralatan yang tersedia di pusat belanja elektronik Glodok Jakarta. Misalkan, membuat instalasi listrik rumah tinggal kan alatnya sudah ada di pasar seperti meteran listrik, stop kontak, saklar katanya. Karena itu Agus menyebut dirinya desainer produk semata, sebab memang itu yang dilakukannya. Agus mendesain alat-alat elektronik yang tersedia di pasar menjadi alat peraga pendidikan. Karena strategi ini, harga produknya hanya mencapai sepertiga atau setengahnya dari harga produk impor. Contohnya, Agus bisa membuat peraga sistem kerja kulkas hanya seharga Rp 50 juta atau hanya sepertiga harga alat serupa dari Cina.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Alat lab bahasa ciptaan Agus di kemudian hari tidak hanya diminati dan dipakai di SMKN 4, yaitu tempat Agus mengajar sejak 1997 tetapi juga digunakan di Politeknik Bandung, Angkasa Pura di Cengkareng, Politeknik Medan-Sumatera Utara, dan STAN Kebayoran.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sejak saat itu, kreativitasnya tak terbendung. Sampai saat ini Agus sudah memproduksi puluhan alat peraga. Di antaranya seperti lab bahasa multimedia interaktif, peraga mesin<em>computer numerical control</em>&nbsp;(CNC), <em>trainer</em>&nbsp;PLC, <em>car air conditioner trainer, room speaker trainer</em>,&nbsp;<em>gasoline engine trainer</em>, <em>motor cycle trainer</em>&nbsp;4 tak dan&nbsp;<em>hydraulic training system</em>. Contoh kegunaan alat peraga Agus, misalkan siswa SMK otomotif jadi tahu komponen-komponen yang digunakan di dalam mobil, untuk apa fungsinya, bagaimana cara pengoperasiannya dan sebagainya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Agus mendapatkan ilmu membuat alat peraga selain dengan melihat produk asli dari luar negeri (yang ditirunya dengan tambahan modifikasi agar tidak melanggar paten) juga dari buku-buku dan Internet. Ternyata banyak orang baik lho di Internet. Yang terpenting hanya bisa memakai Internet dan bisa berbahasa Inggris saja, Ujar Agus yang memakai Apple Macbook Air 11,6 inci yang terbaru dan BlackBerry Onyx serta Pearl sebagai perangkat&nbsp;<em>browsing</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>messaging-</em>nya. Saya membutuhkan yang ringan, praktis tetapi kuat untuk <em>hardware</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>software-</em>nya, oleh sebab itu saya pilih produk-produk tersebut, Agus pun memaparkan alasan di balik pemilihan&nbsp;<em>gadget-</em>nya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pria berputri kembar itu dengan jujur mengaku menggunakan SMKN 4 sebagai labnya untuk bereksperimen. Meski pun belakangan ini, pada 2007, Agus mulai membangun&nbsp;<em>workshop</em>&nbsp;kecil di lahan seluas 400 m2 di samping rumahnya di Bekasi Utara. Pak Teguh Priyanto dan Pak Riskan, 2 pengajar di SMKN 4 yang membantu di&nbsp;<em>workshop</em>&nbsp;saya dulu, Ia menyebutkan jasa kedua teman sejawatnya itu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di masa awal merintis usahanya Agus kerap begadang sampai pagi bereksperimen dan merakit berbagai produk di&nbsp;<em>workshop</em>-nya. Tidak beristrahat panjang, sebelum matahari menampakkan sinarnya, Agus sudah berangkat lagi ke tempatnya mengajar.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tidak cuma di&nbsp;<em>workshop</em>-nya, Ia pun sampai saat ini, meski tidak seintens dulu, tapi masih menggunakan SMKN 4 sebagai sarana perakitan produk-produknya. Kami pun sama-sama diuntungkan, sekolah mendapatkan peralatan gratis yang saya beli untuk produksi, siswa juga mendapat ilmu nyata merakit produk elektronik, kata Agus yang pernah menghibahkan&nbsp;<em>trainer conveyor</em>&nbsp;buatannya senilai Rp 150 juta bagi tempatnya mengajar.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Berkat promosi yang dilakukannya di berbagai pameran alat pendidikan dan pameran industri di Jakarta, Agus kian berkibar sebagai produsen alat peraga pendidikan. Di tahun 2008 ia pernah mengikuti pameran 100 Tahun Kebangkitan Ekonomi Kreatif. disana Agus menjadi fokus perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya mendengar dari peserta pameran lainnya, SBY paling lama menghabiskan waktu di&nbsp;<em>booth</em>&nbsp;saya, ceritanya dengan riang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Teguh Priyanto, sebagai rekan kerjanya di SMKN 4, mengakui keberadaan Agus sangat membantu menjembatani dunia pendidikan SMK dengan industri. Kami telah menerapkan kurikulum berbasis produksi. Dengan begitu diharapkan lulusan SMK bisa menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja, jadi tidak lagi mencari kerja, ujar Teguh yang juga tak keberatan sekolahnya dijadikan&nbsp;<em>showroom</em>&nbsp;sekaligus bengkel kerja Agus dan anak-anak bisa sekalian praktik dan mendapat kompetensi dengan alat dari Pak Agus, dari pada&nbsp;me<em>nunggu</em>&nbsp;kapan datangnya bantuan pemerintah yang jumlahnya pun&nbsp;<em>gak</em> banyak, ucap Teguh.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Agus, sekarang memproduksi sekitar 10 alat peraga per tahun, Ia mengaku telah menembus omset Rp 2 miliar lebih per tahun. Agus tak berhenti di sini. Ia sedang membuat alat peraga peranti keras dan peranti lunak audio video. untuk membuat <em>software</em>-nya, ia memakai Macbook Air miliknya Macbooknya ini banyak berkontribusi dalam pembuatannya. Agus juga tengah merancang alat peraga mobil dengan sistem&nbsp;<em>fuel injection.</em>&nbsp;Demi mewujudkan tujuan ini Mercynya menjadi sasaran utak-atik. Itulah sebabnya saya beli Mercy. Sebab mengutak-atik barang orang lain atau punya sekolah saya&nbsp;<em>gak</em>&nbsp;berani, takut&nbsp;<em>rusak</em>, berat pertanggung jawabannya, ujar Agus yang juga tengah merancang mesin batik tulis dengan bersungguh-sungguh.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Berkat gebrakannya yang menular ke sejumlah SMK lainnya, sekarang ini berbagai SMK di berbagai penjuru Indonesia seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Balikpapan hingga Makassar diajak Agus menjadi mitra perakit proyektor, laptop sampai alat peraga&nbsp;<em>milling machine</em>&nbsp;seharga Rp 350 juta per unit. Inilah tujuan saya, Supaya SMK diberdayakan dan lulusannya memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri dan bahkan harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, Agus memaparkan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Felix Ferryanto Lukman, dari akademisi bisnis dari Prasetiya Mulya Business School ini melihat bisnis Agus berawal dari pertemuan kesempatan dan&nbsp;<em>keahlian</em>. 1 <em>point</em>&nbsp;yang seharusnya bisa ditambahkan adalah sebaiknya beliau memiliki perusahaan atau bendera sendiri agar produknya tidak dibajak. Tetapi itu akan terjadi benturan dengan peraturan yang membatasi beliau sebagai PNS. Maka bisa juga digunakan nama istrinya, Saran Felix.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Menurut Felix, rintangan yang dihadapi Agus adalah jika nanti produsen sejenis dari Cina menemukan cara membuat produk serupa dengan lebih murah. Pastinya akan terjadi banting-membanting harga, katanya. Untuk dapat menghadapi kondisi tersebut, Felix menyarankan penerapan strategi diferensiasi yang unik di mata konsumen karena bila Agus terus menggunakan model bisnis&nbsp;<em>obligation cost level,</em><em> bisa jadi </em>usahanya akan terlibas produk sejenis aal Cina.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selain itu, Agus harus mengembangkan pasarnya ke perusahaan swasta atau institusi lain yang memerlukan mesin tersebut. Dengan begitu, aspek <em>applicable</em> <em>profitability</em> dan&nbsp;<em>sustainability</em>&nbsp;dapat terwujud. Umumnya, bisnis-bisnis baru terkendala di sisi&nbsp;<em>sustainability</em>&nbsp;(manajemen, pengembangan, dan aspek internal) sehingga terlihat akan seperti itu-itu saja, kata Felix. Satu lagi, ia juga menekankan jika produknya belum dipatenkan, maka sebaiknya segera diurus. Karena, hak paten adalah salah satu pelindung untuk kelangsungan produknya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Menurut Agus, tidak satu pun produknya yang dipatenkan. Sebab untuk mematenkan satu jenis saja, kita harus menitipkan dua contoh produk di sana. Bayangkan saja berapa miliar harus saya keluarkan untuk menitipkan produk, belum biaya administrasinya, ujar Agus seraya berharap mendapat solusinya dari pemerintah untuk mengurus hak patennya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><strong>Kiat Bisnis Pak Guru</strong><strong> :</strong></span></span></span>
</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan tambahan</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="2">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Mengambil pekerjaan paruh waktu di bidang lain demi menambah pengetahuan</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="3">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Memiliki tujuan mulia: meningkatkan kualitas lulusan SMK</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="4">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Berani mengambil risiko menginvestasikan dana sendiri dalam usahanya</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="5">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Memberdayakan seluruh sumber daya yang ada, baik itu aset pribadi atau aset di tempat kerja &#8211; maupun sumber daya produk yang tersedia di pasar umum</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="6">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tidak segan menawarkan hasil karyanya ke sekolahnya</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="7">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tidak menjadikan laba sebagai tujuan utama</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="8">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Terus belajar dari berbagai sumber&nbsp;<em>offline</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>online</em></span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="9">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Terus mengamati dan memodifikasi produk impor pesaing</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="10">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Terus berinovasi dan meriset penciptaan produk baru</span></span></span>
	</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/bila-pak-guru-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaderisasi Usaha Gaya Si Mantan Anak Bandel</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/kaderisasi-usaha-gaya-si-mantan-anak-bandel/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaderisasi-usaha-gaya-si-mantan-anak-bandel</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/kaderisasi-usaha-gaya-si-mantan-anak-bandel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 19:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=12070</guid>
		<description><![CDATA[ Kaderisasi Usaha Gaya Si Mantan Anak Bandel <p style="text-align: justify;"> Pernah&#160;dipenjara saat remaja, Yacob Kusmanto ternyata mampu mengubah jalan hidupnya. Saat ini, jebolan kelas 2 SMA itu sukses membangun 16 perusahaan tekstil dan distribusinya. Misi hidupnya kini mencetak 2000 pemimpin bisnis </p> <p style="text-align: justify;"> Maaf, saya terlambat turun. Tadi saya ditelepon orang yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><span style="color:#800000;">Kaderisasi Usaha Gaya Si Mantan Anak Bandel</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pernah&nbsp;dipenjara saat remaja, Yacob Kusmanto ternyata mampu mengubah jalan hidupnya. Saat ini, jebolan kelas 2 SMA itu sukses membangun 16 perusahaan tekstil dan distribusinya. Misi hidupnya kini mencetak 2000 pemimpin bisnis</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Maaf, saya terlambat turun. Tadi saya ditelepon orang yang saya beri&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;bisnis. Ia dan keluarganya habis&nbsp;<em>dipukulin</em>&nbsp;warga di rumahnya di Tangerang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dia adalah Yacob Kusmanto, yaitu pengusaha perlengkapan dapur, handuk, tirai, gorden dan perlengkapan bayi yang berbasis tekstil di Bandung. Buat pengusaha yang kenyang makan asam-garam kehidupan dan mengalami jatuh-bangun kodisi perekonomian Indonesia ini, tak ada lagi peristiwa yang membuatnya kaget. Sebab memang semua situasi itu netral. Tak ada kepahitan dan tidak ada kesusahan. Kecelakaan juga punya kesan yang baik dan positif. Semua kondisi menarik, ucapnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Hal yang sama diajarkannya kepada&nbsp;<em>mentee</em>-nya atau orang yang diberi&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;olehnya, orang yang dipukuli warga itu. Saya bilang ke orang itu bersyukurlah bahwa kamu dan ketiga anakmu yang masih kecil dan remaja itu sudah belajar kepekaan hidup sejak dini. Mereka <em>digebukin</em>&nbsp;karena meledakkan petasan kencang-kencang sehingga warga sekitar marah. Anggap saja itu pelajaran agar mereka lebih peka lingkungan ke depannya, ujar Yacob.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Demikian juga di ranah bisnis. Saat salah seorang karyawannya hengkang dengan membawa banyak karyawan kunci, Ia hanya tersenyum menceritakannya. Itulah pilihannya, ucap pria kelahiran Bandung 13 Januari 1961 ini tanpa kesan mendendam.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob memang tidak patut bersedih atas hilangnya karyawan ataupun hadirnya pesaing. perusahaan miliknya kini berjumlah total 16 buah. Sehingga roda bisnisnya tidak akan goyah hanya karena ada satu pesaing baru.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob bercerita, bahwa separuh perusahaannya digunakan untuk berproduksi dan separuhnya lagi untuk mendistribusikan produk miliknya. Tegar Prima Nusantara membuat perlengkapan bayi berbasis tekstil bermerek Dialogue, PT Garmindo Utama mendistribusikan merek Dialogue, PT Imanuel memproduksi taplak meja, PT Kota Pelangi memproduksi perlengkapan dapur seperti kain penutup air mineral, PT Harmoni menghasilkan tirai dan kelambu bermerek Harmoni, PT Adiguna membuat gorden tebal. PT Tirai Pelangi Nusantara memproduksi tas, selimut, handuk dan perlengkapan bayi bermerek Snobby, PT CV Duta Baby menghasilkan kasur, tas gendong dan kelambu bayi Lalu, PT Rabat dan PT Putra Raja Sejahtera mendistribusikan merek Snobby. Saya sudah lupa sisa nama perusahaan saya, hahaha ujarnya sambil tertawa kecil.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Wajar bila Yacob, mempekerjakan kurang-lebih 2000 karyawan. Sebab ia mengaku kini hanya babat alas alias sekadar membuka jalan demi pendirian perusahaan. sehabis didirikan perusahaan itu langsung dipercayakan kepada anak buahnya yang dirasanya kompeten dan berintegritas tinggi. Jika tidak begitu kapan kita ada waktu memikirkan yang lain, ujarnya santai. Yacob tidak khawatir bisnisnya hancur dengan pola demikian. Saya juga kontrol sesekali. Kalau salah ya saya tegur. Kalau tak ada ya silakan saja teruskan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bagi Yacob yang utama adalah integritas dan militansi seseorang dalam bekerja. Ia menyukai orang yang tidak hitung-hitungan dalam bekerja. Karena dasar itulah, Ia kini memiliki seorang lulusan STM yang memimpin produksi merek Dialogue yang&nbsp;notabene&nbsp;mantan pramuwiswa di rumahnya kini menjadi manajer pabrik perlengkapan bayi bermerek Snobby dan seorang lulusan SMEA Akuntansi yang memimpin CV Duta Baby yaitu pabrik perlengkapan bayi miliknya yang lain. Mudah dicari alasannya mengapa Yacob berprinsip demikian. Karena, ia juga menerapkan perilaku serupa semasa menjadi karyawan dulu. Itu yang saya alami di masa lalu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di ruang apartemennya yang jauh dari kesan mewah, Yacob melewati masa kecilnya dengan penuh perjuangan. Sebagai seorang anak pasangan sopir taksi 4848 di Bandung dan penjual kue, Yacob terbiasa dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Kami terlahir dari keluarga miskin di Bandung. miskin sekali, katanya. Tidak ada kesan berupaya menarik simpati dengan pengulangan itu. Malahan yang terdengar justru nada ceria.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob mengaku bersyukur atas masa kecilnya yang seperti itu. Dari kondisi yang penuh keterbatasan itulah justru dirinya diperkenalkan dengan kerja keras, bisnis dan pengelolaan keuangan yang cermat sejak dini. Saya diajarkan bisnis sejak umur 4-5 tahun, ujarnya. Ketika itu, Yacob terbiasa mendapat uang jajan jika membantu memarutkan kelapa untuk usaha kue semprong, tauge dan telur asin yang dibuat ibunya. Karena upah yang diterimanya sangat kecil, Yacob jadi terbiasa berhemat dan menabung. untuk sekolah saja, ia hanya membawa bekal nasi hangat yang dikepal-kepal dengan garam.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tetapi, perjalanan hidupnya sempat memasuki masa kelam saat remaja. Saat bersekolah di SMA Santa Maria Bandung, Yacob kerap berkelahi dengan sesama siswa di sekolahnya. Saya ini lemah di sekolah. Maka untuk eksis saya berusaha menonjolkan diri dengan cara lain. Lalu saya berkelahi dengan kakak kelas yang lebih besar agar saya populer, ujarnya seraya tersenyum. Akibatnya ia kerap mendapat perlakuan tidak enak. Pernah karena kenakalannya, Yacob dipenjara di Bandung dan merasakan &ldquo;kenikmatan&rdquo; saat kakinya ditekan dengan kaki meja dan tulang keringnya digetok pistol. Karena itu juga, Yacob terpaksa hengkang dari rumahnya dan terdampar di lingkungan yang penuh dengan minuman keras dan narkotika.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Beruntung, pada suatu ketika Yacob sadar. Ia lalu meminta pekerjaan kepada Yamin Haryanto, dia teman sekampung orang tuanya dari Cilacap yang berbisnis tekstil di Bandung. Sebelum memutuskan keluar saat kelas 2 SMA di usia 18 tahun, Yacob membolos seminggu untuk menjajal suasana kerja. Akhirnya ketika mantap bekerja, Yacob langsung izin dari kantornya untuk pamit kepada pihak sekolah. Selanjutnya saya fokus bekerja di CV Wiska milik Pak Yamin, katanya seraya menyebut produk-produk CV Wiska seperti gorden, handuk dan tirai.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di sinilah titik balik seorang Yacob terjadi. Ia bertekad berubah lantas bekerja sangat keras melebihi jam kerja normal. Yacob selalu masuk pukul 6 pagi dan pulang di atas pukul 5 sore. Yacob selalu mematuhi perintah atasan dan tidak pernah membantah saat dikritik atasan. Saya juga mendapat pelajaran di keluarga untuk menghormati pemimpin, Seperti apapun kondisinya dan saya selalu berprinsip memberi lebih dari gaji yang saya terima.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Setelah lewat enam bulan bekerja, Yacob memberanikan diri membeli handuk -handuk&nbsp;<em>reject</em>&nbsp;dari CV Wiska. Ternyata permintaannya dikabulkan. Macam &ndash; macam handuk cacat produksi itu lantas dipermaknya menjadi sapu tangan kecil dan&nbsp;<em>wash lap</em>&nbsp;sehingga cacatnya terbuang. Setelah itu, melihat ada tetangganya yang berbisnis&nbsp;<em>printing</em>, lalu ia pun memberikan motif cetak di produknya. Yacob pun menjualnya di pasar tradisional Cibangkong Bandung, tak jauh dari kontrakannya saat itu di Gang Warta Jalan Gatot Subroto Cibangkong. Hasilnya ternyata bagus. Ia mengangkat temannya sebagai tenaga penjualan untuk membantu pekerjaannya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob kemudian menjajal peruntungannya di luar kota, tepatnya di Purwokerto dengan kecerdikannya, ia dapat mengirim produknya dengan nyaris gratis ke luar kota. Karena ia kerap mencucikan kendaraan-kendaraan milik travel yang juga berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya. Alhasil, setiap libur kerja di Sabtu dan Minggu ia mengirim produk ke daerah. Maklum, orang kecil banyak akalnya, katanya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">1 tahun 10 bulan bekerja di CV Wiska, Ia digaji Rp 75 ribu/bulan. Tetapi penghasilan dari bisnis sampingannya itu justru mencapai Rp 2 juta/bulan. Itu karena 5 tahun kemudian pada 1987 ia memutuskan membuka pabrik sendiri. Setelah pamit ke atasannya, Yacob membuka pabrik pertamanya di Leuwigajah Bandung dengan mengontrak lahan seluas 1 hektare selama lima tahun. Karena hubungan baiknya dengan mantan bosnya, Yacob diizinkan membeli mesin bekas milik mantan bosnya. Bahkan tak cuma mesin, ia dipinjami suku cadang dan teknisi saat mesin-mesinnya mengalami masalah.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dari situ bisnisnya terus berkembang. Yacob mengaku, baginya sekarang lebih mudah membuka perusahaan. Karena, pertama selama ini ia selalu cermat mengalokasikan modalnya. Yacob mengaku sebagai orang yang cukup hemat dan baik dalam gaya hidup maupun pengeluaran perusahaan. Karena itu, saat krisis 1997 dia justru mendapat untung besar dari pembelian aset-aset mesin perusahaan tekstil lainnya sehingga perusahaannya bisa melakukan efisiensi biaya produksi dengan mesin-mesin yang baru tetapi bekas. sumber dananya dari hasil penghematan itu, ucapnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kedua, Yacob memiliki perusahaan distribusi sendiri untuk produknya. Dari strategi tersebut ia memiliki jaringan nasional yang kuat sampai ke pasar becek. Karena itu juga, Yacob merasa tidak perlu berpromosi besar-besaran. Ada bermacam cara untuk ekspansi. Saya memilih menguatkan distribusi kami yang hingga kini sampai ke pasar modern dan pasar becek, ujarnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pilihan strategi ini juga yang membuat perusahaan-perusahaan Yacob tetap bernapas di saat perusahaan produk tekstil lainnya limbung dihajar produk kembaran asal Cina. Menurut dia, kebanyakan perusahaan jatuh karena terlalu mengandalkan pasar grosir. Bagian tekstil itu dulu dipuja-puja jadi banyak yang hanya bermain grosir sementara saya sudah menyasar ke pasar-pasar langsung dengan perusahaan distribusi. begitu produk Cina menyerbu pada tahun 2000-an saya sudah memiliki jaringan distribusi yang kuat, ucap suami dari Puji Binarti atau yang akrab disapa Rosa itu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Strategi lainnya yang menurut Yacob menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan bisnisnya adalah kemampuannya mencetak kader-kader pemimpin bisnis yang gres. Yacob berprinsip jika seorang karyawan sudah 10 tahun mengikutinya, itu saatnya dia harus menjadi pemimpin. Jika tidak berarti yang salah pemimpinnya karena tidak mampu memercayai bawahannya. apabila saya terus-menerus menaruh curiga dan memupuk ketidakpercayaan, pasti perusahaan saya tidak akan sampai sebanyak sekarang, tutur ayah Sylviana Kusmanto dan Naomi Kristiana Kusmanto ini.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob menegaskan bisnisnya yang sejati adalah mencetak pemimpin. Usaha di bidang tekstil hanyalah kendaraan baginya dengan begitu ia tidak sulit melepas perusahaan ke tangan orang yang dipercayainya. Meski pun perusahaan itu baru didirikannya dengan pengalaman mengader orang, Yacob kini hanya menyingkat waktu kaderisasi dari 10 menjadi lima tahun saja</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">dengan kian cepatnya kemampuan mencetak pemimpin, lajur ekspansi perusahaan juga kian kencang. Dahulu untuk menambah satu perusahaan bisa lima tahun, sekarang satu tahun bisa membuat 3-4 perusahaan, ujarnya. Yacob memang tak ragu mengader anak buahnya yang berkarakter gigih, jujur dan tak hitung-hitungan dalam bekerja. Sama seperti dirinya semasa muda dulu. Yang penting bagi saya dalam menunjuk pemimpin adalah karakternya, masalah pendidikan,&nbsp;<em>skill</em> dan lainnya itu bisa dilatih.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob mengaku prinsipmya merupakan kebalikan dari prinsip pengusaha lain yang kerap menutup rapat-rapat kondisi keuangan perusahaan. Di perusahaan miliknya mulai dari level kepala bagian sampai GM harus tahu kondisi keuangan perusahaan, berapa harga jual, berapa modal, berapa biaya pembelian dan sebagainya. Yacob tak takut rahasia bisnisnya dicuri pesaing atau karyawan yang berubah menjadi pesaing. Menurut Yacob dari persaingan justru muncul kreativitas dan Yacob lebih suka menyikapi kompetisi dengan dorongan untuk lebih kreatif ketimbang mengeluarkan sumpah serapah.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Hal itu dibuktikan saat salah satu pegawainya hengkang dari perusahaannya dengan membentuk perusahaan sejenis plus membetot beberapa karyawan kuncinya. dia memang kurang elok keluarnya. Tapi sudahlah. Kami tidak perlu cemas. Kami akan terus berinovasi, ceritanya seraya tersenyum. Ia tidak merasa perlu mengubah pendiriannya. laju perusahaannya yang masih tak terbendung seakan-akan memberikan dukungan nyata bagi prinsip-prinsipnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Retnowati lulusan SMA yang menjadi Manajer Pabrik PT Tirai Pelangi Nusantara yang memproduksi Snobby turut membuktikan implementasi prinsip bosnya. 10 tahun lalu Retno adalah pekerja di rumah Yacob yang juga dijadikan kantor. Selagi tinggal di rumah Yacob di Bandung, Retno pun berinisiatif mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mengepel sebelum masuk kerja dan setelah jam kantor usai. Semua dilakukannya tanpa perintah Yacob. karena saya sejak awal berkeinginan bekerja sebaik mungkin jika mendapat pekerjaan. Semua saya lakukan karena saya tidak ingin gagal karena sekolah saya saja dibantu orang lain. saya harus berikan yang terbaik saat bekerja, ujar muslimah kelahiran Cilacap itu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob pun ternyata memperhatikan kegigihannya. Alhasil Retno yang awalnya bekerja di bagian pengemasan diberi keterampilan menjahit selanjutnya menjadi pemimpin grup jahit lalu dididik pengetahuan administrasi kemudian diberi kepercayaan memimpin sebuah grup jahit di Kembangan Jakarta Barat.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tentu saja, tidak semuanya berjalan mulus. Ketika dipindahkan ke rumah Yacob di Kembangan yang juga merangkap kantor, Retno tidak berhasil memimpin grupnya. Lalu ia kembali ditarik ke Bandung menjadi staf biasa. Meski pernah merasa kecewa pada diri sendiri, Ia tidak patah semangat dan ketika ada posisi lowong di PT Tirai pada 2009, Retno kembali dipercaya Yacob menjadi manajer yang membawahkan bagian produksi dan Juni 2010 ia dipercaya memegang seluruh kendali produksi, operasional dan pergudangan perusahaan tersebut dengan sekitar 500 orang karyawan. Saya bersyukur diberi kepercayaan kembali. Saya ingin menaikkan omset perusahaan jadi dua kali lipat, ujarnya dengan yakin.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di mata Felix Ferryanto Lukman, sebagai pengamat bisnis sekaligus dosen Manajemen Strategi Prasetiya Mulya Business School, Yacob itu mampu mengatasi salah satu masalah utama dalam bisnis keluarga, yaitu delegasi kekuasaan karena minimnya kaderisasi. biasanya menurut Felix perusahaan keluarga berpola&nbsp;<em>one man show</em>. Tapi tidak dengan Yacob. Ia bisa mendelegasikan hal-hal penting plus dengan tanggung jawab sepenuhnya ke calon pemimpin. maka dia tidak menitipkan pistol berpeluru hampa, ucap Felix bermetafora.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Felix juga menyetujui langkah Yacob mendistribusikan produknya dengan memiliki perusahaan distribusi sendiri. Menurut dirinya bisnis melulu bicara tentang&nbsp;<em>sustainaibility</em>. Bila Yacob mampu&nbsp;<em>survive</em>&nbsp;dengan cara ini, <em>monggo,</em>&nbsp;katanya. Selain itu dalam promosi tidak selalu harus mengandalkan iklan. Yacob dapat menggunakan&nbsp;<em>word of mouth</em>&nbsp;alias promosi getok tular dari para penjualnya yang terkadang bisa lebih berpengaruh ketimbang iklan di televisi.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Terkait&nbsp;<em>corporate social responsibility</em>&nbsp;(CSR) di bidang&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;bisnis, Felix juga berpendapat seharusnya Yacob mempromosikannya ke publik. Itu karena hal tersebut akan menguatkan keyakinan masyarakat bahwa orang yang berada di balik produk Snobby, Dialogue dan sebagainya adalah orang yang kerap membantu sesama dan cara terbaik melakukannya adalah dengan menggunakan strategi&nbsp;<em>public relations</em>&nbsp;agar penerimaan masyarakat lebih baik.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yacob yang selalu enggan memaparkan omsetnya ini, tidak berniat berhenti di sini. Dia kini masih memiliki impian besar: yaitu mencetak 2000 pemimpin, di lini bisnis maupun ranah masyarakat. Saya punya mimpi mencetak banyak&nbsp;<em>general manager.</em>&nbsp;Rumus dari saya untuk karyawan yang sudah saya serahi tanggung jawab sederhana yaitu kalau mau dihancurkan, silakan saja dan kalau mau dikembangkan, silahkan. Karena semua ini juga milik Tuhan, saya Cuma dipercaya jadi pengelolanya. Jika pembantu rumah saya saja bisa jadi manajer, tentunya yang lain juga. Itu yang saya katakan. sebagai pemimpin kita bekerjanya juga jangan sampai jadi lokomotif yang terus-menerus menarik muatan. Tetapi mereka sendiri yang harus bisa mendorong dirinya dan pendorong selanjutnya bukan saya melainkan mereka. Ini saatnya mereka tampil, ujar Yacob menandaskan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><strong><em>Mentoring</em></strong>&nbsp;<strong>Bisnis Ala Yacob</strong><strong> :</strong></span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tak hanya berhasil sebagai pengusaha saja, Yacob Kusmanto sekaligus mentor bisnis yang sukses dan ia melakukan&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;secara cuma-cuma. Saya itu banyak dibantu dan dibimbing mantan bos saya dulu Pak Yamin. Oleh karena itu sekarang saya&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;orang-orang, bisa siapa saja asalkan mereka punya tekad menjadi pengusaha.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Meski tak tercatat, Ia memperkirakan telah membantu puluhan orang menjadi pengusaha kasur lantai yang lazim dikenal dengan kasur Palembang sejak 1998 di Bekasi, Jakarta, Bangka Belitung sampai Kamboja. Saat itu tahun 1998 saya dengar orang Kamboja banyak kesulitan akibat peninggalan perang. Saya dan khususnya istri saya Rosa terbang membantu ke sana dan mendidik orang sana jadi perajin kasur Palembang, Yacob memilih kerajinan kasur Palembang karena pola pembuatannya yang mudah dan berharga jual lumayan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dalam mementor, Yacob memiliki tim yang terdiri dari beberapa profesional sekaligus mantan&nbsp;<em>mentee</em>-nya yang telah sukses. Untuk menjaga kualitas, waktu&nbsp;<em>mentoring</em>nya cukup lama, kadang bisa sampai lima tahun. Tidak hanya itu Yacob menekankan sistem referal. sehingga harus ada yang merekomendasikan seorang calon&nbsp;<em>mentee</em>&nbsp;untuk dididik. Tujuannya supaya hanya orang yang bersungguh-sungguh saja yang bergabung.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><strong>Tip</strong>&nbsp;<strong>Sukses Yacob Kusmanto</strong><strong> :</strong></span></span></span>
</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Gigih dan tidak hitung-hitungan dalam bekerja</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="2">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Menjaga kepercayaan atasan sebaik mungkin saat menjadi karyawan</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="3">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Fokus di bisnis tekstilnya</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="4">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Hidup hemat</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="5">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Membelanjakan dana untuk barang modal saat krisis</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="6">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Mengader karyawan yang militan menjadi pemimpin masa depan</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="7">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Memercayai karyawan menjadi pemimpin sepenuhnya di perusahaannya</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="8">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Terus mencari peluang bisnis baru</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;" value="9">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Mendistribusikan sendiri produknya dan menjalin hubungan dengan para pedagang di pasar becek</span></span></span>
	</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p>
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/kaderisasi-usaha-gaya-si-mantan-anak-bandel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegigihan Pelopor Bisnis Ayam Organik</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/kegigihan-pelopor-bisnis-ayam-organik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kegigihan-pelopor-bisnis-ayam-organik</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/kegigihan-pelopor-bisnis-ayam-organik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 06:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11943</guid>
		<description><![CDATA[ Kegigihan Pelopor Bisnis Ayam Organik <p style="text-align: justify;"> Dampak krisis&#160;ekonomi justru menggiring sang arsitek banting setir menjadi pelopor bisnis ayam organik di Indonesia, tanpa adanya dukungan modal raksasa. </p> <p style="text-align: justify;"> Christopher Emille Jayanata sejatinya seorang arsitek lulusan Universitas Parahyangan Bandung. Begitu juga ketika merintis jalan&#160;entrepreneurship&#160;di tahun kedua kuliah, dia bergerak di bidang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kegigihan Pelopor Bisnis Ayam Organik</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dampak krisis&nbsp;ekonomi justru menggiring sang arsitek banting setir menjadi pelopor bisnis ayam organik di Indonesia, tanpa adanya dukungan modal raksasa.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Christopher Emille Jayanata sejatinya seorang arsitek lulusan Universitas Parahyangan Bandung. Begitu juga ketika merintis jalan&nbsp;<em>entrepreneurship</em>&nbsp;di tahun kedua kuliah, dia bergerak di bidang arsitektur dengan mendirikan perusahaan kontraktor dan konsultan arsitektur lanskap PT Essi Cipta Lestari. Tetapi perjalanan hidup akhirnya membawa Emil &ndash; sapaan akrabnya &mdash; menjadi pengusaha ayam organik bermerek Probio Chicken.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Perkenalan dengan bisnis unggas tersebut berawal dari persinggungannya dengan dunia tanaman. Pada tahun 2000 ayah dua anak kelahiran Bogor 17 Oktober 1972 ini mulai merintis bisnis sampingan, yaitu pupuk cair. Dampak krisis ekonomi 1997 membuat sektor properti &mdash; yang menjadi andalan biro arsiteknya &mdash; limbung.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Berbekal kecintaannya pada tanaman yang diperoleh dari kedua orang tuanya yang lulusan Institut Pertanian Bogor, Emil pun memulai pergerakannya di industri agrokimia itu. Nasib membawanya pada perkenalan dengan Putu Kompyang, yaitu seorang Ph.D yang berstatus Ahli Peneliti Utama di Balai Penelitian Ciawi. Ia mengembangkan probiotik untuk sapi, katanya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Probiotik yang sebenarnya merupakan mikroorganisme hidup yang disebut-sebut berefek baik jika dikonsumsi itu telah diuji oleh Kompiang dan memang, ternyata hasilnya bisa diaplikasikan tidak hanya untuk hewan, tapi juga untuk tanaman. Penelitian Kompiang yang diuji lapangan di Dinas Pertanian Garut dan Laboratorium Agroindustri Bogor membuktikan probiotik mampu memperbaiki performa tumbuh tanaman padi dan tomat, juga hewan yaitu ikan, sapi, kambing dan ayam.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tanpa ba-bi-bu, Emil pun langsung menyambar peluang itu dan melabeli produknya Tumbuh di bawah payung PT Essicipta Lestari. Dari tahun 2001 hingga 2004 dijualnya produk buatan Kompiang itu kepada para petambak, petani dan peternak di Bogor, Jawa Timur dan Jawa Tengah sampai Lampung. Ketika jualan Emil mengaplikasikan barang dagangannya agar konsumen percaya. Saya juga menerapkan di semua sektor pertanian. Di daerah Wonosobo Malang. Saya terapkan&nbsp;<em>aqua culture&nbsp;</em>di tambak udang dan ikan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Emil yakin lidahnya akan pegal-pegal jika mengomunikasikan produknya dengan sebutan probiotik kepada para petani dan pembudidaya. Jadi ia mencari gampangnya. Produk yang diproduksi 5 ribu liter per bulan di rumah Kompiang di Ciawi Bogor disebut vitamin untuk tanaman. Emil mengatakan, Tumbuh mampu mengurangi penggunaan pupuk hingga separuh dan menihilkan penggunaan antibiotik. Maka hasilnya peningkatan produksi konsumennya yang telah diujicoba diklaim meningkat 30% dengan kualitas panenan yang lebih baik.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sayangnya, manuver Emil membangkitkan macan tidur. Penghasil pupuk dan antibiotik kegerahan melihat aksinya. hal itu juga berdampak pada menurunnya penjualan produk mereka. Semua produsen pun membanting harga pupuk dengan cukup signifikan. Ia tersungkur. Maka di tahun 2004, Emil banting setir. Berbekal modal 10 juta rupiah dan hasil ujicoba lapangan selama masa praproduksi ataupun ketika berjualan probiotik, Emil memilih fokus di sektor perunggasan tepatnya ayam dengan merek Probio Food. Pikirannya simpel yaitu di Jakarta saja warganya mengonsumsi ratusan ribu ekor ayam per hari yang kini angkanya menurut Emil melonjak hingga 1,2 juta hingga 1,3 juta ekor per hari.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Untuk produksi Emil bekerja sama dengan Hendi Hermawan sarjana lulusan IPB yang hingga kini masih menjadi mitranya dalam urusan pembudidayaan ayam. Ia berfokus di pemasaran sekaligus sebagai pemegang merek. Hendi mantan profesional 13 tahun di Charoen Phokpand. Tidak hanya itu ada Pak Rio Kunjung juga yang dulu turut memiliki saham awal kami, ucap Emil seraya menyebut pada 2007 Rio melepas sahamnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Hendi memproduksi ayam dengan nutrisi probiotik dan menggunakan sistem plasma dengan para peternak ayam, di antaranya di Parung dan Cimanggu Bogor. Hendi juga menjadikan rumahnya di Cimanggu sebagai rumah potong hewan berkapasitas 20 sampai 30 ekor ayam per hari dengan standar yang baik. Bahan organik itu tidak cuma di proses pembudidayaannya, ujar Emil. Tetapi juga pemotongannya harus bebas desinfektan, air difilter jernih, bebas kaporit, plus kami juga pakai standar halal.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Urusan produksi beres, lalu Emil bergerilya di pasar Jakarta dengan hanya dibantu dua karyawan. Kala itu produknya dilabeli Probio Chicken, merek itu yang dipakainya hingga sekarang yang diambil dari potongan kata probiotik. Kebetulan juga ada temannya yang memiliki akses ke&nbsp;<em>supermarket&nbsp;</em>kelas atas Ranch Market di Pejaten Pasar Minggu. Saya memilih Ranch Market karena memang yang mampu membeli dengan harga ini hanya kalangan menengah-atas. Saat itu hanya bule yang membeli Probio Chicken. Saat itu ia bisa memasok hingga 300-400 ekor ayam negeri per bulan ke Ranch Market. Percobaan ini sukses dan di akhir 2004 jumlah pasokannya meningkat mencapai 500-600 potong.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Namun, Emil mengakui, kala itu bisnisnya hanya mampu mendekati titik impas saja. Ini adalah produk masa depan. Tak dipaksakan katanya. Ternyata prediksinya tepat. Penjualannya pun kian berkembang. Distribusi ke Ranch Market selanjutnya tumbuh ke dua toko. Di tahun 2007 jumlah ayam yang disalurkan Emil mencapai 800 hingga seribu potong per bulan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tahun 2007, ia menuturkan tren makanan sehat dimulai di Jakarta. Saat itu sayur organik mulai banyak bermunculan. Di tahun itu juga ada Pameran&nbsp;<em>Slow Food&nbsp;</em>di Karawaci Tangerang. <em>Slow food</em>&nbsp;adalah konsep tandingan&nbsp;<em>fast food</em>. Dari situ Emil mengetahui produknya ternyata diminati pula oleh para ibu yang anaknya menyandang autisme. Terbukalah lagi satu potensi pemasaran.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selain itu, di tahun 2007 pemasarannya menjangkau sebagian gerai Sogo, Hero, Carrefour dan Hypermart.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Probio Chicken yang kini dijual seharga Rp 45 ribu untuk konsumen akhir dan Rp 33 ribu-34 ribu untuk<em>reseller</em>&nbsp;diakuinya memakan biaya produksi yang besar dan untuk pemotongan pun memakan <em>cost</em>&nbsp;2 ribu &#8211; 3 ribu rupiah. Belum lagi sistem&nbsp;<em>quality control</em>&nbsp;yang kami terapkan dengan membuang ayam tidak layak menjadikan ongkos produksi kian membengkak, ujar Emil.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dengan meningkatnya permintaan, maka jumlah peternak yang menjadi plasma otomatis berbiak. Yang awalnya hanya dua peternak, pada tahun 2007 menjadi lima peternak, tahun 2008 meningkat lagi menjadi 15 peternak dan kini 60 peternak di Cianjur, Parung, Sukabumi, Bandung dan Lampung.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tahun 2007, para investor baru bermunculan untuk memperkuat permodalan. Yaitu Lim Tjun Ijoeng, Janny Lim, Yuke dan Dadang. Emil pun melepas Probio Chicken dari Essicipta Lestari dan menjualnya ke PT Jesshly Mitra Probiotic Organic Indonesia. Nama Jesshly itu gabungan nama para pendirinya. Setelah dipikir nama perusahaan kepanjangan jadi diubah tahun 2008 jadi PT Pronic Indonesia, hehehe, ungkap Emil yang masih menjadi pemegang saham sekaligus Presiden Direktur PT Pronic Indonesia.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Permasalahan lain muncul seiring dengan membengkaknya produksi dan akibat tak layak jual maupun salah penanganan, Emil juga pernah memakamkan massal seribu ekor ayamnya di kantor sebelumnya di Pos Pengumben Jakarta Barat. Dan itu benar-benar masa belajar kami. Dengan biaya belajar yang mahal pula, kata Emil di kantor barunya di Kebon Jeruk Baru, Jakarta Barat yang ditempatinya sejak April 2010.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dengan pembenahan manajemen yang lebih fokus, maka pembagian kerja yang jelas dan pola pemasaran yang terarah, sekarang Emil merasa perusahaannya telah berada di jalur yang benar dan kami <em>set up</em>&nbsp;divisi produksi, pemasaran, distribusi dan&nbsp;<em>corporate secretary</em>. Kami menerapkan pembagian kerja yang pasti.&nbsp; Seperti karyawan khusus gudang, karyawan pemasaran&nbsp;<em>reseller</em>, karyawan pemasaran&nbsp;<em>supermarket</em>, <em>finance </em>dan sebagainya, katanya. Jumlah karyawan Pronic kini sekitar 40 orang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Untuk mengatasi persoalan produk tak terjual atau tak layak jual utuh, maka sejak 2009 Pronic mengolahnya menjadi<em> chicken katsu,</em> <em>nugget, </em>dan karage. Saat ini penjualan produk olahan mencapai 200 pak seminggu dengan bobot seperempat kilogram per pak.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selain itu Pronic juga bekerja sama dengan perusahaan Green Line Care (GLC). Mereka membuka jalur pemasaran khusus untuk produk hijau, kata Emil.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bimantoro Abimanyu, Seorang direktur Operasional GLC, menjelaskan perusahaannya mulai memasarkan Probio Chicken pada 2009. Yang menjadi targetnya adalah jaringan GLC di hotel, restoran dan kafe (horeka) serta 10 ribu alumni pelatihan kewirausahaan GLC di seantero Nusantara. Sampai saat ini sekitar 25% produksi ayam Pronic diserap GLC. Kami mempunyai&nbsp;<em>captive market</em>&nbsp;industri horeka di Bali yang menyerap sampai 20% produksi Probio Chicken, kata Bimantoro yang juga menjadi&nbsp;<em>reseller</em>&nbsp;pribadi Probio Chicken di perumahannya di Vila Cinere Mas dan mampu menjual 90 ekor ayam per minggu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selain lewat GLC, pasar juga dikembangkan dengan mengusung konsep&nbsp;<em>reseller</em>. Tetapi Emil menolak sistem waralaba. Jadinya mahal, kasihan pembeli&nbsp;<em>franchise</em>, ujarnya. Dengan konsep&nbsp;<em>reseller</em>, sehingga pembeli bisa membeli produk Pronic saja atau sekalian dilengkapi dengan pernak &#8211; perniknya seperti brosur, <em>banner</em>, seragam dan&nbsp;<em>freezer</em>.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Nunky Koestoer, adalah salah satu&nbsp;<em>reseller</em>&nbsp;Probio Chicken sejak tiga bulan lalu, dirinya mengaku tertarik memasarkan setelah membaca di media massa. Kini Nunky bisa memasarkan 50 ekor ayam Probio per minggu dari rumahnya di kawasan Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Saya pasti bisa menjual karena benar-benar ayam sehat, tanpa antibiotik, tanpa kolesterol, ucap pensiunan pegawai pemasaran pakan ternak di PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk. Nunky juga konsumen rutin produk Pronic. Nunky bersama istri dan keempat anaknya mengonsumsi total dua ekor Probio Chicken setiap harinya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Nunky awalnya kesulitan memasarkan Probio Chicken. Nunky memulainya dengan hanya 10 ekor per minggu. Tetapi, kegigihan Nunky menelepon kenalan dan teman menghasilkan peningkatan bisnis yang cukup signifikan dalam waktu tiga bulan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Nunky bukan satu-satunya&nbsp;<em>reseller</em>&nbsp;Probio Chicken. Dari pelebaran bisnis itu kini</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pronic sudah memiliki sekitar 30&nbsp;<em>reseller</em>. Katering juga sudah ada yang menggunakan Probio Chicken, yaitu My Meal Catering di Gading Serpong. Ada juga resto yang menggunakannya seperti Healthy Choice dan Stevan Shop di Serpong Tangerang Selatan. Tidak ketinggalan ada sekolah internasional yang menjadi pelanggannya seperti sekolah Prancis Lychee International Francois di Cipete, Jakarta Selatan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">saat ini, total penyaluran ayam Probio mencapai 12 ribu ekor per bulan dan menjangkau wilayah Jakarta, Lampung, Bandung, Surabaya, Denpasar dan Balikpapan. Sekarang Rumah potongnya yang berada di Cimanggu pun kini berkapasitas 1.000 potong per hari. Meski begitu Emil yang perusahaan arsitekturnya kembali moncer dengan 60 pegawai dan jumlah proyek mencapai 600 buah, hingga kini belum beriklan. Dia lebih banyak bergerak melalui jalur kehumasan dan memasarkan melalui komunitas di Komunitas Organik Indonesia yang terdiri dari 8 ribu anggota lepas dan 40 pebisnis.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pengamat dan praktisi bisnis Andre Vincent Wenas, memaparkan bahwa bisnis Emil berpeluang sangat besar di tengah tumbuhnya kesadaran hidup sehat dan bahkan Andre mengaku kini keluarganya telah memakai beras merah dan sayur organik. Seorang yang mampu secara ekonomis akan menjadikan hidup sehat sebagai prioritas dan mereka tidak akan berpikir panjang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Menurut Andre, pemasaran produk Emil harus disertai&nbsp;<em>chanelling</em>&nbsp;dan penjelasan yang tepat agar terjadi&nbsp;<em>referral</em>. Ia bisa bekerja sama dengan komunitas yang akan memberikan&nbsp;<em>referral&nbsp;</em>ke lingkungannya. Tidak hanya itu dia bisa membuat komunitas sendiri atau mendompleng komunitas yang sudah ada dan juga bisa membangun&nbsp;<em>brand ambassador</em>&nbsp;berpengaruh, menurut Andre.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Emil tak berniat menghentikan langkahnya di kawasan Indonesia saja. Target kami di tahun 2012 ke Singapura, katanya optimistis.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tonggak Sukses</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Christopher Emille Jayanata</span></span></span>
</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Meyakini visinya</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Giat mencari lahan bisnis baru kala krisis</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Gigih mencari alternatif pemanfaatan produk</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Fokus membesarkan merek</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tidak mengincar untung di awal berbisnis</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bersedia merestrukturisasi perusahaan saat kesulitan manajemen</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tak segan berbagi rezeki dengan mencari investor dan&nbsp;<em>reseller&nbsp;</em>untuk mendukung bisnisnya</span></span></span>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Terus berekspansi</span></span></span>
	</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: justify;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/kegigihan-pelopor-bisnis-ayam-organik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratu Kue Kering dari Bandung</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/ratu-kue-kering-dari-bandung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ratu-kue-kering-dari-bandung</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/ratu-kue-kering-dari-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 14:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11861</guid>
		<description><![CDATA[ Ratu Kue Kering dari Bandung <p style="text-align: justify;"> Kebangkrutan tak membuat dirinya menyerah. Dari eksportir manisan jahe, ia putar haluan. Tangga kesuksesan bisa ditapaki dari kegagalan. Itulah pengalaman nyata Ina Wiyandini. Meskipun pernah bangkrut saat mengelola usaha perkebunan jahe gajah dan membuat produk manisan jahe yang diekspor ke Jepang, semangat yang dimilikinya tak surut [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><span style="color:#800000;">Ratu Kue Kering dari Bandung</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kebangkrutan tak membuat dirinya menyerah. Dari eksportir manisan jahe, ia putar haluan. Tangga kesuksesan bisa ditapaki dari kegagalan. Itulah pengalaman nyata Ina Wiyandini. Meskipun pernah bangkrut saat mengelola usaha perkebunan jahe gajah dan membuat produk manisan jahe yang diekspor ke Jepang, semangat yang dimilikinya tak surut untuk bangkit kembali. Saat ini dia adalah pengusaha kafe &amp; resto De&rsquo;Tuik dan kue kering merek Ina Cookies.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Produk Ina Cookies yang berasal dari Bandung kini sudah merambah kota-kota besar di Indonesia, mulai dari DKI Jakarta hingga Papua. Hingga menembus pasar mancanegara &nbsp;seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam dan dalam waktu dekat akan menjajaki pasar Arab Saudi (Jeddah).</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Ina membenarkan, bahwa keberhasilan yang dicapainya bukan hasil karya semalam saja. Keluarga adalah sumber inspirasi yang mendorong dia serta suaminya untuk bangkit lagi merintis usaha yang pernah terpuruk. Tak lupa juga rajin berdoa dan berikhtiar adalah kunci utamanya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bagaimanakah pergulatannya membangun Ina Cookies?,</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Wanita kelahiran 24 Juli 1963, Jakarta, ini mengakui, sebenarnya berbisnis kue kering bukanlah profesi impiannya. Cita-citanya melainkan menjadi dokter sebagaimana sang ayah. Akan tetapi latar belakang pendidikan terakhirnya yaitu Jurusan Bahasa Jepang Akademi Bahasa Asing justru mengantarnya bekerja sebagai sekretaris bagian penjualan Astra di Bandung.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Karier di Astra cuma bertahan dua tahun. Lalu dia menikah dengan Rakhmat Basuki yang kala itu bekerja di Departemen Pekerjaan Umum dan ditugaskan ke Aceh Tenggara. Tetapi di tahun 1989 suaminya pensiun dini dari PU dan memboyong Ina ke Cirebon untuk mengawali bisnis baru yaitu perkebuhan jahe gajah. Idenya ini dari kakak ipar saya. Awalnya bisnis manisan jahe yang diekspor ke Jepang berjalan lancar sekitar dua tahun dan bahkan sudah memiliki 500 pegawai, kata putri pasangan Wiyono Kartodirekso (almarhum)-Toeti Ferliani ini mengenang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sayangnya batu sandungan mulai menghadang. Gerakan bisnis jahe Ina yang terbilang kencang larinya terpaksa gulung tikar akibat peristiwa panen raya jahe di Thailand dengan harga jauh lebih murah. Jadi bisa ditebak berikutnya bisnis Ina bangkrut antaran pembeli dari Jepang lebih memilih impor jahe dari Negeri Gajah Putih tersebut.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Padahal waktu itu kami sudah menanam jahe di daerah Plumbon sekitar 14 hektar. Kami belum mempunyai pengalaman banyak di bidang ekspor, pada akhirnya kami kehabisan dana, mau bagaimana lagi, katanya buka kartu tentang kegagalan bisnis pertama itu. Yang ironisnya pada saat bisnisnya hancur, ia juga tidak memiliki dana untuk melahirkan anak kedua.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Semua cobaan Tuhan pasti ada hikmahnya dibalik itu semua. Ina merasakan betul pelajaran berharga itu. Selanjutnya, pertolongan Tuhan datang, kala itu suaminya diterima kerja di IPTN &nbsp;sementara dia diajari kakak iparnya cara membuat lima jenis kue kering yang laku di pasaran yaitu nastar, sagu, putri salju, cokelat mede plus&nbsp;<em>corn flake</em>.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sembari belajar dia juga menjual&nbsp;<em>door to door</em>&nbsp;kue buatan kakaknya itu ke tetangga serta teman arisan dan pengajian. Untuk harga kulakan kue dari sang kakak dibanderol 25.000 rupiah per toples dan Ina menjual lagi seharga 30.000 rupiah per toples. Hasilnya lumayan sehari dapat menjual enam toples, meskipun sering dicemooh orang karena mantan eksportir manisan jahe&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;jualan kue kering dari rumah ke rumah.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Lama-lama Ina menjadi senang, meskipun keuntungannya kecil. Pada akhirnya sang kakak menyarankan dia membuat sendiri kue kering agar meraih margin lebih besar. Maklumlah jika produksi sendiri maka keuntungan sekitar separuh dari harga jual dan dia menuruti saran itu dengan membuat enam toples kue per hari. Minat pasar cukup baik, sehingga membuat Ina harus merekrut lima pegawai untuk membantunya. Semakin hari order terus meningkat dan pegawainya bertambah menjadi 50 orang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kue kering yang dirintis sejak 1992 itu menyasar segmen pasar menengah-atas<em>.</em>&nbsp;Untuk gambaran jika di pasaran harga kue serupa Rp 15.000/toples, maka Ina berani mematok Rp 25.000/toples. Cara penjualan pun dilakukan beli putus. karena saya&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mau kue kembali jadi beli putus. Sebab untungnya juga kecil, yang terpenting berlanjut,</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Rupanya kelezatan aroma kue buatan Ina tercium hingga ke luar Kota Cirebon. Ke berbagai kota di Jawa Barat khususnya Tasikmalaya juga dirambah pehobi memasak sejak duduk di bangku SD ini dalam memasarkan produknya. Itu semua mengandalkan strategi pemasaran dari mulut ke mulut.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tahun 1994, ia dan suami pindah ke Bandung dan mereka bertekad membesarkan usaha kue kering yang diberi merek Ina Cookies. suaminya juga keluar dari IPTN sehingga pesangonnya dipakai sebagai modal membesarkan usaha. Saya beri merek Ina Cookies itu bertujuan agar lebih mudah diingat, ujar anak kedua dari lima bersaudara. Di Bandung Ina membawa tiga karyawan inti dari Cirebon.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di luar dugaan, di tahun 1994 itu juga perkembangan bisnisnya pesat sehingga jumlah pegawai ditambah lagi menjadi 100 orang. Saat ini siapa sangka total karyawannya ada 500 orang. Ada sebanyak 150 orang karyawan inti dan sisanya diperbantukan bila kewalahan menangani banyak order. Karyawannya kebanyakan direkrut dari sekitar kampungnya atau lokasi pabrik.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pesanan kue banyak terjadi saat ada momen khusus. Seperti Lebaran, Tahun Baru, Natal, Imlek dan Valentine&rsquo;s Day. Paling ramai saat Idul Fitri sehingga harus dipersiapkan enam bulan lebih awal. Karena produksinya bisa mencapai 21 ribu lusin per hari. Tapi kalau hari biasa kurang lebih lima lusin (sekitar 20 resep), ujar Ina yang tiap tahun memberangkatkan umroh karyawan terbaiknya dan agen pemasarannya yang berprestasi.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Apa yang menjadi keunggulan Ina Cookies dibandingkan kue kering lainnya?, Ina mengaku setidaknya ada empat faktor yang menjadi nilai lebih produknya. Yang pertama kehalalan dan kedua kualitas bahan. Apabila halal dan kualitasnya baik, maka semahal apa pun akan dibeli. Yang Ketiga penyimpanan. Kue itu harus dipastikan tetap terjaga kualitasnya saat penyimpanan, saat di jalan hingga sampai ke tangan konsumen. Dan yang keempat harus jeli pada apa yang ada di sekitar kita. ia bercerita misalnya di daerahnya banyak&nbsp;<em>peuyeum</em>&nbsp;(tape singkong) akhirnya dia pun membuat kue dari&nbsp;<em>peuyeum</em> dan dia diganjar&nbsp;<em>Pangan Award</em>&nbsp;dari Presiden RI karena dianggap berhasil mengolah bahan kue lain sebagai pengganti terigu. Contohnya adalah tahu, tepung ubi, tempe, tepung ganyong dan tepung singkong.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Keistimewaan lain adalah variasi produk. Tak tanggung-tanggung kini varian produknya ada 114 macam kue. Ini karena sesuai dengan slogan yang diusung Ina Cookies : <em>The most creatives cookies</em>. Kepandaian membuat aneka ragam kue tak luput dari proses belajar membuat kue yang diikutinya hingga ke banyak negara. Ia sering diberi kesempatan gratis menimba ilmu pembuatan kue kering oleh produsen keju langganannya. ia dikirim studi banding ke Cina, Singapura, Taiwan, Filipina, Malaysia dan Jepang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selain rajin mengikuti tren kue kering, keunikan lainnya adalah kemasan Ina cookies yang tidak umum. Jadi kemasan kue-kue kering tidak dimasukkan dalam toples biasa melainkan bervariasi. Kemasannya ada yang dari bahan daur ulang : bungkus kopi yang dirajut, plastik mi instan atau plastik bekas cokelat.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Hebatnya sejak 2007 limbah pabrik Ina Cookies dimanfaatkan. Contohnya bekas kantong keresek dapat dirajut menjadi tempat pensil, sajadah, celemek, tas cantik dan sandal. Ada juga aneka topi unik dari jerami yang bahkan mencuri perhatian pembeli asal Belanda dan Jerman. Ia pun bermimpi suatu saat sandal berbahan baku limbah itu juga dipakai di berbagai hotel.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dengan keunggulan kualitas produk dan keunikan kemasan, membuat banyak agen berminat memasarkan Ina Cookies. Sekarang ini total agennya mencapai ratusan. Contohnya di Jakarta saja terdapat 150 agen. Jumlah agen yang banyak di Ibu Kota otomatis mendominasi perolehan omset Ina Cookies. Penjualannya di Jakarta dan sekitarnya memberi kontribusi hingga 90%, sisanya dari kota-kota lain.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Agen terbesar Ina Cookies ada di BSD City (Tangerang), Bintaro (Tangerang), Depok, Tebet, Bekasi dan Yogyakarta. Tamy Bambang selaku agen di Bintaro, mengakui berhasil menjual 5.000 lusin saat Lebaran. Di tahun pertama saya jadi agen di Kemang Pratama Bekasi menjual 500 lusin dan tahun kedua saat pindah ke Bintaro bisa memasarkan 1.500 lusin, ujar Tamy yang menjadi agen sejak 1998. Menurutnya, kue favorit pelanggannya adalah nastar, putri salju, kastengel, sagu keju serta&nbsp;<em>cheese kress</em>.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di Kota Kembang lokasi agennya tersebar : di gerai D&rsquo;Risole, Kayoe Manis, Rumah Brownies Kukus, Kedaung Showroom, Maskumambang, Bandung Supermall, Branded Factory Outlet, Citarum 31 serta Rumah Baju Anak.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Awalnya jumlah agen di Bandung hanya 20 tempat. Suatu hari pada tahun 2000 Ina diundang untuk berbicara tentang kisah sukses Ina Cookies di hadapan 1.000 ibu-ibu pengajian. Tidak disangka sesudah acara, para peserta banyak yang menyerbu produknya dan mengajukan diri sebagai agen. Sehingga Ina yang mengaku sebelumnya dikenal sebagai orang pendiam dan pemalu makin percaya diri untuk menjaga hubungan baik dengan para agen, ia rutin mengadakan pertemuan dan memberi insentif menarik.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Untuk sistem pembayaran agen, Ia bersikap fleksibel seperti ada yang disyaratkan beli putus tetapi ada pula yang bayar uang muka sebagian dan sisanya dibayar mundur. Itu karena saya pesannya dalam jumlah besar jadi boleh pakai&nbsp;<em>down payment</em>&nbsp;sekitar 50%, misalkan Rp 300 juta dan sisanya dibayar kemudian, ucap Tamy yang mengklaim kini memiliki 50 sub-agen. Mita Dewi Ratnasari (31 tahun) juga membenarkan hal itu. Tiga tahun lalu saya menjadi agen di Samarinda. dan omsetnya naik terus dari 120 lusin ke 251 lusin hingga 664 lusin. sekarang, untuk pembayaran saya tidak beli putus lagi, Akan tetapi dipercaya bayar uang muka dulu 50% dan ada sisa waktu untuk melunasinya, ujar Mita yang kini mempunyai 10 sub </span></span></span><span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">agen di Tenggarong, Samarinda dan Balikpapan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selain agen, Untuk jalur distribusi Ina Cookies mengandalkan&nbsp;<em>workshop</em>. Sampai saat ini Ina mengaku pihaknya tidak membuka cabang gerai lain kecuali di kawasan Cikutra (lokasi&nbsp;<em>workshop</em>&nbsp;dan pabrik) dan toko Mister Komot.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tak hanya distributor dalam negeri saja yang menjual produk Ina Cookies. Ada agen dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam juga berdatangan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Soal Penghasilan Ina enggan berterus terang. Perempuan berjilbab ini hanya memberi gambaran, disaat Lebaran order mencapai 21 ribu lusin sedangkan hari biasa rata-rata lima lusin. Hingga kini, harga produknya Rp 60 &#8211; 95 ribu per toples. Dengan rata-rata pertumbuhan pesanan tiap tahun naik 30%, katanya tandas.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Walaupun sukses bukan berarti bisnis Ina Cookies berjalan mulus. Ina mengaku, pihaknya tak luput dari beberapa kendala sejak awal menjalaninya. Pertama, yaitu tantangan dalam modal yang minim karena susah mendapat kredit bank. Di tahun 1995 saya pernah mendapat banyak order sehingga butuh dana Rp 200 juta. Meminjam Bank Tetapi cuma dikasih Rp 75 juta dan sisanya saya pinjam ke sanak famili, kenangnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tantangan kedua, itu ketika sudah dipercaya bank, pihaknya justru kesulitan mendapatkan pemasok bahan baku yang kontinyu. Contohnya ketika order kue banyak lalu para petani ubi jalar tidak mampu menyanggupi pasokannya. Begitu juga saat butuh kacang mede, para petani tak sanggup sehingga dia harus beli ke&nbsp;<em>supermarket</em>&nbsp;dengan harga dua kali lipat dari harga petani.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yang menarik itu, setelah sukses berjualan kue kering, lalu Ina merambah bisnis resto. Adalah suatu keputusan yang tepat mengingat pengembangan usaha itu masih terkait dengan bidang kuliner. Di tahun 2002 dia membangun kafe &amp; resto De&rsquo;Tuik di Bandung yang mempekerjakan 50 pegawai.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tidak hanya itu saja. Langkah ekspansinya makin tak terbendung dengan merambah usaha Bandeng Keju, mendirikan toko kue Inara Pastry &amp; Bakery tahun 2008, membuka kursus keterampilan menghias kue, Oktober 2010 Ina membuka toko khusus menjual kue cokelat dan keju bernama Mister Komot.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Soal regenerasi telah dipikirkan Ina. ia bersyukur dua tahun terakhir putra sulungnya</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Afiandini Nur Sadrina mulai membantu mengurus bisnis kue. Putra sulungnya ini sekarang membantu membuat resep-resep baru. kalau anak yang kedua (Voula Nur Rakhmaniar) baru tamat sekolah dan mengelola kafe. yang ketiga Fakhri Saefullah Nur Rahman masih bersekolah, tutur ibu tiga anak yang sudah beranjak dewasa ini.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Karena kapasitas pabriknya yang 6 lantai telah penuh maka dalam waktu dekat Ina akan membangun <em>workshop</em>&nbsp;baru di lokasi Kampung Dunia dan di sini nanti akan ada kampong jepang, kampung piza, lulur ayu dan lainnya, ucap peraih penghargaan&nbsp;<em>The Best Women Entrepreneur</em>&nbsp;tahun 2008 dari Ikatan Pembauran Perempuan Indonesia ini tentang rencana bisnisnya ke depan.&nbsp;</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/ratu-kue-kering-dari-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad Assad, Himpun Dana Miliaran dengan Modal Kepercayaan</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/muhammad-assad-himpun-dana-miliaran-dengan-modal-kepercayaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=muhammad-assad-himpun-dana-miliaran-dengan-modal-kepercayaan</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/muhammad-assad-himpun-dana-miliaran-dengan-modal-kepercayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 19:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11573</guid>
		<description><![CDATA[ Muhammad Assad, Himpun Dana Miliaran dengan Modal Kepercayaan <p style="text-align: justify;"> Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberi manfaat pada orang lain dan selalu berusaha melakukan yang terbaik di mana pun ia berada. poin inilah yang selalu dipegang teguh Muhammad Assad dalam segala aspek kehidupannya, dan bisnis. Dengan memegang teguh nilai ini, Dia percaya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><span style="color:#800000;">Muhammad Assad, Himpun Dana Miliaran dengan Modal Kepercayaan</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberi manfaat pada orang lain dan selalu berusaha melakukan yang terbaik di mana pun ia berada. poin inilah yang selalu dipegang teguh Muhammad Assad dalam segala aspek kehidupannya, dan bisnis. Dengan memegang teguh nilai ini, Dia percaya bahwa segala kemudahan untuk menjadi sukses akan mendatangi.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Muhammad Assad yang dikenal melalui bukunya dengan judul Notes from Qatar (NFQ) baru memulai bisnisnya di bidang investasi, yaitu Rayyan Capital (PT Rayyan Global Investama) Rayyan Capital merupakan perusahaan pengelola dana investasi di mana investasi itu kami masukkan ke portofolio bisnis yang menurut kami&nbsp;<em>visible</em>, ujar Assad, anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir di Jakarta 16-Januari-1987.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dalam dua bulan, sejak berdiri pada Nopember 2012 lalu, ia mengaku dapat mengumpulkan dana investasi sebesar Rp 1 miliar dari investor individual. Sekarang portofolio bisnis yang tengah dikembangkan Assad dan seorang mitranya yang ikut mendirikan Rayyan Capital, dia bernama Edwyn Rahmat. Dia berbisnis resto. Bisnis resto yang sedang dikembangkan yaitu Jakarta Coffee House dan Jakarta Steak House di Kemang yang baru mulai awal tahun ini, ungkap Assad yang bukunya (NFQ dan NFQ2) sudah terjual sebanyak 30 ribu kopi dan sudah mencapai cetakan ke-10.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Minat Assad dalam bisnis memang sudah terlihat dari pilihan bidang studinya di perguruan tinggi. Dalam jenjang S1, ia mengambil Program Business Information System, University of Technology Petronas (UTP), di mana ia mendapat beasiswa penuh dari Petronas. selanjutnya, untuk studi S2-nya Assad belajar&nbsp;<em>Islamic Finance</em>&nbsp;di Qatar Faculty of Islamic Studies yang juga dibayai atas beasiswa, saat itu dari Emir Qatar,&nbsp;<em>His Highness Sheikh</em>&nbsp;Haad bin Khalifa Al-Thani. selagi Assad melanjutkan studi di Qatar, dia membagikan pengalamannya melalui blog pribadinya hingga akhirnya tulisan di blog-nya itu diterbitkan menjadi buku pada Januari 2011.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kesuksean NFQ di pasar direspon Assad dengan membuat NFQ Grup.dengan tujuan untuk mengembangkan anak-anak muda, ucap Assad sembari menjelaskan bahwa NFQ Grup ini memiliki rangkaian program seperti NFQ Umroh, NFQ Outbond, NFQ Trip, NFQ Peduli, NFQ Gathering, dengan anggota hampir mencapai 50 ribu orang. Contohnya program NFQ Trip.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Yang membedakan dengan trip-trip lainnya, yaitu 3S (Senang-senang, silaturahim, sedekah) dari biaya trip yang dibayarkan peserta, dan sebagian kami salurkan untuk sedekah, pehobi &nbsp;<em>travelling</em>&nbsp;yang merupakan anak dari Abdul Mughni dan Revy Tharmidi. Selain aktif menjalankan bisnis dan aktif di NFQ Grup ini, dia juga kerap membuat seminar yang di dalamnya ia membawakan beberapa topik seperti <em>entrepreneurship,</em> sedekah, dan kepemimpinan untuk generasi muda.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Baginya kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang sesuai nilai-nilai AVIRA (<em>Adaptive, Visionary, Inovative, Reponsible dan Action</em>) &nbsp;Pengurusan yang baik adalah yang berlandaskan nilai-nilai itu dan saya terus berusaha menerapkannya baik dalam bisnis maupun kehidupan keseharian lainnya, ujar Assad yang tengah menulis buku lainnya tentang &ldquo;<em>99 Hijab Stories</em>&rdquo;</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Assad menargetkan dapat membuka lapangan kerja bagi 1.000 orang di Indonesia. ini akan diraihnya melalui penambahan portofolio bisnis Rayyan Capital di bidang properti, agribisnis, dan, (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Pada bidang resto Assad menargetkan akan menambah 10 gerai Jakarta Coffee House dan lima gerai Jakarta Steak House. Sedangkan untuk nilai investasi yang ditargetkan pada 2013 ini tanpa mengikutsertakan proyek energi, dapat mencapai Rp 30 miliar.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya mau jadi pionir di bidang energi surya. sekarang saya tengah menjajaki mitra dari Jerman. Dengan nilai investasi di sektor energi ini bisa mencapai US$ 20 juta, tutur Assad yang selalu ingin menjadi bermanfaat bagi orang lain. inilah wawancara Denoan Rinaldi dengan Muhammad Assad:</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Untuk jenjang S1, saya ambil Program Business Information System, University of Technology Petronas (UTP) di mana saya mendapat beasiswa penuh dari Petronas, kalau studi S2-nya, saya belajar&nbsp;di <em>Islamic Finance</em>&nbsp;di Qatar Faculty of Islamic Studies yang juga dibayai atas beasiswa, saat itu dari Emir Qatar,&nbsp;<em>His Highness Sheikh</em>&nbsp;Haad bin Khalifa Al-Than.Perusahaan investasi atau&nbsp;<em>Private Equtiy </em>(PE) bernama Rayyan Capital yang menginvestasikan uangnya di beberapa portofolio bisnis, karena portofolio bisnis itu dioperasikan oleh Rayyan Capital sendiri. Bukannya memberikan dana investasi itu ke pihak lain. Perkembangan saat ini, kami memiliki tiga portofolio bisnis.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Portofolio yang pertama di bidang ritel, yaitu Deli Cheez (<em>cheese stick</em>). Dan kami akan jual&nbsp;<em>cheese stick</em>&nbsp;ini seperti model penjualan Ma&rsquo;icih. Jadi kami mengakuisisi perusahaan produsen&nbsp;<em>cheese stick</em>.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Untuk Deli Cheez ini perusahaanya bernama, PT Deli Cheez Indonesia setelah diakuisisi. Pasar produk ini ditargetkan untuk anak-anak muda yang ingin berbisnis tapi modalnya minim. Inisiatif &nbsp;ini muncul dari banyaknya anak muda pembaca buku Notes from Qatar (NFQ) yang menanyakan ke saya tentang keinginan mereka yang ingin berbisnis namun dengan modal minim, sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Hingga saya buat Deli Cheez ini sehingga mereka bisa menjadi&nbsp;<em>reseller</em>&nbsp;untuk Deli Cheez ini. Oleh karena itu kami menggunakan sistem&nbsp;<em>reseller</em>. Keinginan kami adalah meraih reseller sebanyak-banyaknya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saat ini kami sudah mulai produksi. Bulan April nanti, awalnya target kami dapat meraih 100&nbsp;<em>reseller. </em><em>Untuk setiap </em>bulannya ditargetkan akan dapat meraih 100 reseller. saat ini kami tengah memproduksi 10 ribu bungkus dengan berat per bungkusnya 80 gram yaitu sekitar 80-100 kg per bulan. Produk Deli Cheez sudah mulai diproduksi sejak bulan lalu. Sehingga awal bulan depan sudah mulai dipasarkan, target Deli Cheez ini untuk menjaring pasar anak-anak muda yang baru belajar bisnis. Untuk target ke depannya Deli Cheez akan memperbanyak&nbsp;<em>reseller </em>terlebih dulu untuk tahun ini sebagai pengenalan produk. Yang nantinya setiap portofolio bisnis akan dibuatkan anak perusahaan jika sudah berkembang jadi besar.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Seperti bidang&nbsp;<em>food and beverage</em>, kami punya rencana untuk membuat anak perusahaan sehingga mereka bisa fokus dan Rayyan Capital sebagai&nbsp;<em>holding</em>-nya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Portofolio kedua di bidang&nbsp;<em>food and beverage</em>, adalah Signature Coffee. Signature Coffee ini merupakan pengganti dari Jakarta Coffee House. Dan kami tidak menggunakan nama Jakarta Coffee House.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saat ini kami menggunakan&nbsp;<em>brand&nbsp; </em>&ldquo;Signature Coffee&rdquo;. Pada awal Januari, kami memang memilih untuk mengembangkan Jakarta Coffee House dengan skema kami hanya menyuntik dana ke mereka dan mereka kembangkan. Adanya ketidaksepakatan dengan mereka, jadi kami buat&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;sendiri.&nbsp;<em>Brand</em>&nbsp;Signature Coffee ini milik kami sendiri. Beda dengan Jakarta Coffee House di mana dikembangkan oleh pihak lain dan kami hanya menaruh investasi saja di sana. Sekarang kami sudah berkembang dan sudah ada investor baru di kami dan akan membuka gerai di Kemang Raya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Mengenai investasi pada Signature Coffee, gerai yang ada di Slipi kami investasi sekitar Rp 1 miliar. Lalu untuk di Kemang Raya sekitar Rp 2,5 miliar. Angka ini sudah semuanya termasuk desain, sewa tempat, operasional, dll. Untuk Signature Coffee, target kami adalah dapat membuka lima gerai hingga akhir tahun ini. Yang unik dari Signature Coffee, yang pertama adalah kopi asli Indonesia. Konsepnya seperti namanya (<em>signature</em>), yang menawarkan&nbsp;<em>experience</em>. Tidak hanya kopi yang spesial, kami menggunakan kopi arabika yang premium, untuk tempat kami buat suasana&nbsp;<em>hommy</em>. Untuk harga, harga yang kami tawarkan medium namun dengan kualitas yang premium. yang ketiga yaitu di bidang energy yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya. PLTS ini tahapnya masih penjajakan, dan masih belum MoU.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Edwyn lebih ke operasional yang mengurusi hal detil, seperti kontraktor dan segala macamnya. saya memegang&nbsp;<em>investor relations</em>. Untuk modal, awalnya hanya modal untuk membuat PT saja. Kami hanya bermodalkan konsep, ide, dan jaringan. Misalkan kami memiliki ide untuk membuat&nbsp;<em>coffee house</em>, kemudian kami ajukan ide ini ke investor. investor itu mengandalkan&nbsp;<em>networking</em>. Jadi tidak keluar uang, kecuali untuk membuat perusahaan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Jika pada awal dana yang bisa dikumpulkan sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Sekarang sudah mencapai sekitar Rp 3 miliar. Dana ini dikumpulkan dari investor perorangan yang berjumlah lima orang dengan minimal dana investasi per orang sebesar Rp 500 juta. Untuk kedepannya kami juga menyasar investor lembaga.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bisnis ini didasarkan pada hubungan<em> (relationship</em>) Maka&nbsp;<em>trust</em>&nbsp;yang dibutuhkan. menurut saya, tak ada tipsnya mengenai hal ini. Apabila ada ialah coba menjalin hubungan sejak dini sebelum membutuhkan. Dari kasus saya, saya telah memiliki nama yang cukup dikenal melalui NFQ sehingga hal ini menimbulkan&nbsp;<em>trust</em>&nbsp;di mata orang lain. yang sulit adalah pada saat memulainya. Setelah kami buka gerai di Slipi, kedepannya cukup enak. Sudah terbukti, bukan hanya sekadar nama.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Cara unik saya dan mitra saya, kebanyakan kami mencari info di internet. Kita dapat melihat apa yang terjadi di dunia luar hanya melalui internet. Itulah yang kami lakukan. Contohnya, kami melihat konsep bagus di Jepang. Lalu kami coba adaptasi dan modifikasi untuk pasar di Indonesia. Soalnya saya pikir tidak ada model bisnis yang murni dibangun dari awal. Rayyan Capital selalu memberikan&nbsp;<em>value </em>yang berbeda. Jadi <em>tagline</em>&nbsp;kami yaitu &lsquo;<em>Re-create value</em>&rdquo;.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kesulitan diawalnya adalah ketika membangun&nbsp;<em>trust</em>&nbsp;kepada investor karena kami merupakan pemula. Bagaimana meyakinkan orang adalah tantangan bagi kami sebagai pemain baru. Pengalaman menulis buku dan kuliah di luar negeri merupakan modal utama yang bisa dijadikan&nbsp;<em>trust</em>.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pendapatan dari penjualan sudah ada walau kami baru buka. Sehingga dari sisi angka belum bisa di-<em>review</em>. Akan tetapi <em>progresss-</em>nya bagus, dan sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Karyawan Rayyan Capital saat ini ada 6 orang, di Signature Coffee Slipi ada 4 orang dan Signature Coffee Kemang ada 12 orang karena luasnya lebih besar, sekitar 250 m2, dibandingkan yang berada di Slipi sekitar 60 m2. Penghasilan kasar secara&nbsp;<em>sales</em>, di Slipi sekitar Rp 50 juta sebulannya. Ini untuk bulan awal. Kami menargetkannya mencapai Rp 300 juta per bulannya di bulan keempat.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kami sedang fokus untuk merealisasikan bisnis di bidang energi. di tahun ini dipastikan bisa dimulai. untuk merealisasikan bisnis ini butuh dana sekitar US$ 20 juta di mana untuk meraih dana sebesar ini kami harus bekerja sama dengan lembaga keuangan dan kami memang tengah berusaha menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan&nbsp;<em>private equity</em>&nbsp;yang besar di Tanah Air. Biasanya untuk membiayai proyek, 70% dibiayai pinjaman dari bank dan 30% dari&nbsp;<em>equity</em>. Nah 30% ini dari mitra PE kami. buat&nbsp;<em>vendor</em>&nbsp;teknologi kami kerja sama dengan pihak Jerman, adalah Solar World. Rencananya proyek PLTS ini akan dibangun di NTB. Terdapat beberapa faktor, yang pertama kami memang memiliki&nbsp;<em>link</em>&nbsp;dan <em>channel</em>&nbsp;untuk ke NTB,&nbsp;dan yang <em>kedua,</em>&nbsp;panas di daerah NTB memang bagus.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><em>Passion</em>&nbsp;saya di bidang investasi dan keuangan. sehingga saya ingin membawa Rayyan Capital sebagai perusahaan investasi terbaik di Indonesia dengan portofolio-portofolio bisnis yang memang bisa memberikan banyak manfaat bagi orang-orang. Rayyan sendiri mempunyai arti pintu surga. Idola saya di bidang ini adalah Sandiaga Uno yang saat ini juga merupakan mentor saya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/muhammad-assad-himpun-dana-miliaran-dengan-modal-kepercayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Out of The Box Membuat Sukses Bandar Djakarta</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/konsep-out-of-the-box-membuat-sukses-bandar-djakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=konsep-out-of-the-box-membuat-sukses-bandar-djakarta</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/konsep-out-of-the-box-membuat-sukses-bandar-djakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 18:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[ancol]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar djakara]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Djakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bayar]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cepat]]></category>
		<category><![CDATA[datang]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[gulung tikar]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kerepotan]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[komersial]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[konsep awal]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[kuat]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[masuk]]></category>
		<category><![CDATA[matang]]></category>
		<category><![CDATA[membangun]]></category>
		<category><![CDATA[membuat]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mendirikan]]></category>
		<category><![CDATA[mendorong]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[mmenawarkan]]></category>
		<category><![CDATA[mumpuni]]></category>
		<category><![CDATA[nekad]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<category><![CDATA[out of the box]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[pendiri]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[pesimistis]]></category>
		<category><![CDATA[petikan]]></category>
		<category><![CDATA[plagiat]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[restoran seafood]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[sedikit]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<category><![CDATA[suasana]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[sukses Bandar]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[tepi]]></category>
		<category><![CDATA[tepi pantai]]></category>
		<category><![CDATA[tiket]]></category>
		<category><![CDATA[tiket masuk]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11568</guid>
		<description><![CDATA[ Konsep Out of The Box Membuat Sukses Bandar Djakarta <p style="text-align: justify;"> Kesuksesan Bandar Djakarta sebagai restoran&#160;seafood dengan suasana tepi pantai banyak diikuti oleh pengusaha lain yang menawarkan konsep hampir sama. Namun tak sedikit dari para plagiat yang justru merugi karena sepinya pelanggan. Apa yang membuat Bandar Djakarta sukses? Berikut ini petikan wawancara Ario [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><span style="color:#800000;">Konsep Out of The Box Membuat Sukses Bandar Djakarta</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kesuksesan Bandar Djakarta sebagai restoran&nbsp;<em>seafood </em>dengan suasana tepi pantai banyak diikuti oleh pengusaha lain yang menawarkan konsep hampir sama. Namun tak sedikit dari para plagiat yang justru merugi karena sepinya pelanggan. Apa yang membuat Bandar Djakarta sukses? Berikut ini petikan wawancara Ario Fajar dengan Wendy Santoso, pendiri Bandar Djakarta.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis. 1.harus memiliki mental dan keyakinan. Mental yang berupa keseriusan dan konsistensi dalam menjalankan bisnis. 2.punya pengetahuan yang mumpuni di bisnis itu. 3.soal sistem yang jelas yaitu berupa visi dan misi, positioning produk, konsep bisnis dan pengelolaan. Yang lebih penting dari itu semua adalah berkonsep dan berfikir &ldquo;<em>out of the box&rdquo;</em></span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dulu banyak orang yang menertawakan ide kami untuk mendirikan restoran di dalam Ancol. Selain banyak tiket masuk, konsep yang telah kami buat dianggap tidak komersial. Banyak sekali orang yang pesimistis dengan konsep ini. Seperti, mana mau orang bayar berkali-kali hanya untuk datang ke Bandar Djakarta. Walaupun menuai banyak kritikan. Kami nekad membangun restoran ini dengan konsep awal. Kami melakukannya karena kami tahu belum ada restoran yang berkonsep seperti Bandar Djakarta.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Banyak pengusaha apalagi pengusaha kuliner yang tumbang karena tidak memiliki mental yang kuat. Mental yang kuat akan mendorong kita untuk terus belajar demi kemajuan bisnis. Contohnya saya dan rekan selalu belajar dari situasi seperti keluhan pelanggan dan kurangnya sarana. Disitu kami belajar dan memperbaiki layanan. Apabila seseorang bermental tempe, maka keluhan akan membuat dia enggan melanjutkan bisnis. Pada akhirnya, bisnis tersebut akan jalan ditempat dan bahkan bisa gulung tikar</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tentu ada. Misalkan saat bisnis yang kita kelola sudah tumbuh, tapi tumbuhnya dengan cepat dan jauh dari ekpektasi kita. Contoh, saat itu kami tidak mengira bahwa Bandar Djakarta akan&nbsp;<em>booming </em>seperti sekarang. Orang banyak yang datang ke tempat kami kecewa karena tidak mendapatkan tempat duduk. Walhasil, kami sedikit kerepotan mencari solusinya. dengan mental dan kesiapan manajemen, masalah itu dapat teratasi.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Itu memang lebih sulit karena harus menyatukan beberapa ide agar satu visi. Jika kita<em> yakin </em>dengan pendapat masing-masing, maka bisnis tidak akan berjalan lancer. Cara yang baik adalah toleransi dan saling mengisi kekurangan. Sebelum Ide dieksekusi harus di-<em>challenge</em>&nbsp;lebih dulu. Membuat struktur kepengurusan juga penting, agar tidak menjadi masalah ke depannya</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Punya perencaan yang matang. Mulai dari pengelolaan SDM, operasional dan keuangan. Perlu ada evaluasi agar bisa meningkatkan nilai perusahaan.&nbsp;</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/konsep-out-of-the-box-membuat-sukses-bandar-djakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remmy dan Jason : Memopulerkan Baju Berenergi</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/remmy-dan-jason-memopulerkan-baju-berenergi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=remmy-dan-jason-memopulerkan-baju-berenergi</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/remmy-dan-jason-memopulerkan-baju-berenergi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 18:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[alat]]></category>
		<category><![CDATA[Artis]]></category>
		<category><![CDATA[baju]]></category>
		<category><![CDATA[baju berenergi]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[basis]]></category>
		<category><![CDATA[bawah]]></category>
		<category><![CDATA[bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[belasan]]></category>
		<category><![CDATA[bendera]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[berenergi]]></category>
		<category><![CDATA[bernama]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[celana]]></category>
		<category><![CDATA[datang]]></category>
		<category><![CDATA[dicuci]]></category>
		<category><![CDATA[dipasarkan]]></category>
		<category><![CDATA[dirancang]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[eksperimen]]></category>
		<category><![CDATA[energi tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[garmen]]></category>
		<category><![CDATA[gelang]]></category>
		<category><![CDATA[ginanjar]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[heboh]]></category>
		<category><![CDATA[ide bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jaket]]></category>
		<category><![CDATA[jerawat]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[kapasitas produksi]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[katun]]></category>
		<category><![CDATA[kaus]]></category>
		<category><![CDATA[kehiduppan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kemeja]]></category>
		<category><![CDATA[kepala pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ketinggalan]]></category>
		<category><![CDATA[ketinggalan zaman]]></category>
		<category><![CDATA[lama]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[lini bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mampu]]></category>
		<category><![CDATA[mantap]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mata minus]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[memadai]]></category>
		<category><![CDATA[membayangkan]]></category>
		<category><![CDATA[memboyong]]></category>
		<category><![CDATA[membuka]]></category>
		<category><![CDATA[membuka butik]]></category>
		<category><![CDATA[menagkal]]></category>
		<category><![CDATA[menangkal]]></category>
		<category><![CDATA[menciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[menyembuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[merasakan]]></category>
		<category><![CDATA[metabolisme]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[migraine]]></category>
		<category><![CDATA[nekat]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pakaina]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan muda]]></category>
		<category><![CDATA[pasti]]></category>
		<category><![CDATA[pecakapan]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaian]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendiri]]></category>
		<category><![CDATA[pendiri usaha]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[penjuaan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyiar]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[pertama kali]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[professional]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[referensi]]></category>
		<category><![CDATA[sakit punggung]]></category>
		<category><![CDATA[sandal]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<category><![CDATA[secara rutin]]></category>
		<category><![CDATA[sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[seharga]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[sirkulasi]]></category>
		<category><![CDATA[sumber energi]]></category>
		<category><![CDATA[tahan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa modal]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[terpaku]]></category>
		<category><![CDATA[terpikir]]></category>
		<category><![CDATA[tersanjung]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ujar]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>
		<category><![CDATA[zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11562</guid>
		<description><![CDATA[ Remmy dan Jason : Memopulerkan Baju Berenergi <p style="text-align: justify;"> Membayangkan pakaian berenergi, pasti yang terpikir pertama kali adalah pakaian listrik. Tapi, ini bukanlah pakaian listrik, melainkan pakaian yang dapat mengantarkan energi yang mampu menyembuhkan penyakit. Harga per produknya Rp 350 ribu &#8211; 2,5 juta. Saat ini pelanggannya dari kalangan&#160;the have&#160;seperti artis, pejabat, hingga [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;"><span style="color:#800000;">Remmy dan Jason : Memopulerkan Baju Berenergi</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Membayangkan pakaian berenergi, pasti yang terpikir pertama kali adalah pakaian listrik. Tapi, ini bukanlah pakaian listrik, melainkan pakaian yang dapat mengantarkan energi yang mampu menyembuhkan penyakit. Harga per produknya Rp 350 ribu &#8211; 2,5 juta. Saat ini pelanggannya dari kalangan&nbsp;<em>the have</em>&nbsp;seperti artis, pejabat, hingga profesional. Misalnya, Benigno, Jeremy Teti, istri Ginanjar Kartasasmita, istri Fauzi Bowo, dan pejabat selevel menteri. Produk ini idak hanya dipasarkan di Indonesia, tapi juga di Filipina, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Pendiri usaha yang berada di bawah bendera PT Flockteers Indonesia ini adalah Remmy Safiansi dan Jason. Ide bisnis ini datang tahun 2010, saat masyarakat heboh dengan gelang yang bisa mengantarkan energi. Jadi kami ingin teknologi itu bisa diaplikasikan ke produk garmen. Maa dari itu kami berani berinovasi, ujar Remmy membuka percakapan. kata wanita berusia 33 tahun ini, mereka&nbsp;<em>yakin </em>mengaplikasikan teknologi ini di garmen karena basis usahanya selama belasan tahun adalah garmen.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Meski tanpa modal pendidikan teknologi dan ilmiah yang memadai, pasangan muda ini nekat melakukan penelitian terhadap teknologi pengantar energi. Ada ratusan buku dan referensi dibaca selama enam bulan. Ternyata Teknologi itu berasal dari Amerika. Alat ini belum pernah diaplikasikan di produk garmen. Namun, kami yakin hal itu bisa diterapkan, ujar Jason. setelah mantap mereka langsung memboyong alat seharga US$ 100 ribu itu ke Tangerang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Proses eksperimen pun dimulai. Setelah berkali-kali gagal, tapi mereka tidak putus asa. Pada Juli 2010 akhirnya mereka mengeluarkan portofolio pertama berupa kaus berbahan dasar katun 100% dengan nama Flock Energy.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Teknologi yang digunakan untuk memproduksi pakaian ini adalah&nbsp;<em>Flock Energy.</em>&nbsp;Flock Energy merupakan teknologi yang dirancang untuk bekerja dengan bidang energi tubuh manusia dengan sumber energi kekuatan kehidupan dari lingkungan alami untuk meningkatkan kesehatan si pengguna. Produk ini diklaim mampu meningkatkan kekuatan dan menyeimbangkan metabolisme dan sirkulasi darah sehingga bisa menangkal beberapa penyakit seperti jerawat, menstruasi, mata minus, penurunan berat badan, migrain, sakit punggung hingga&nbsp;<em>stroke</em>.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Jason menjelaskan, setiap pakaian telah diisi dengan metode&nbsp;<em>Natural Fibration</em>&nbsp;dari AS dan&nbsp;<em>Silver Protection </em>dari Jerman yang tahan bakteri sehingga tidak perlu dicuci selama satu bulan setelah pemakaian. Selain mempunyai daya energi, produk ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu didesain dengan sentuhan etnik Nusa Tenggara Timur dan NTB. Kami adalah pionir di bisnis ini, di Indonesia maupun dunia, tambah Remmy dengan bangga.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bagaimana strategi pemasarannya? mulanya, pemasaran Flock Energy dilakukan secara sederhana dengan menawarkan kaus tersebut ke saudara dan kerabat terdekat. Sesudah mendapat umpan balik yang positif, Jason memiliki inisiatif mulai memproduksi secara rutin dan mendirikan perusahaan bernama PT Flockteers Indonesia. Permintaannya semakin meningkat setelah Jason mengajak dr. Ian M.S. seorang dokter&nbsp;<em>cosmetic surgery</em>&nbsp;yang memiliki keahlian mendesain, untuk bergabung. Sedari dulu saya memiliki keinginan untuk bisa menciptakan sebuah karya yang khas Indonesia, berguna dan bisa&nbsp;<em>go international</em>. itu semua ada di visi Flock Energy, menurut dokter yang pernah menyabet <em>Look of the Year, High Quality Product 2010 </em>dan&nbsp;<em>The Most Stylish Man.</em>&nbsp;Dari kreativitasnya itu, maka portopolio Flock Energy semakin bertambah. Seorang Dokter muda yang berkerja di PT Immortal Cosmedika Indonesia itu berhasil membuat celana, jaket, kemeja, syal, kain, tas, <em>leging</em>&nbsp;dan sandal.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saat ini promosi dan pemasaran dilakukan dengan membuka butik di Alun-Alun Grand Indonesia dan melalui&nbsp;<em>website</em>. Dan juga mereka rutin memajang produknya di beberapa pameran&nbsp;<em>fashion</em>. Dalam waktu sebulan, Flock Energy bisa tampil tiga kali dan setiap&nbsp;<em>show</em>&nbsp;ada kenaikan permintaan sebesar 15%-20%. Kapasitas produksi pabrik Flockteers Indonesia di Tangerang sebanyak 200 helai/bulan dengan tingkat penjualan mencapai 100%. Dari bisnis pakaian sehat tersebut, sehingga perusahaan bisa mengantongi omset Rp 200 juta/bulan. Produk FE ini belum bisa&nbsp;<em>mass production</em>&nbsp;karena proses produksi yang cukup lama, sekitar 1-3 hari, Remmy menerangkan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sebagai pionir pakaian kesehatan, mereka tidak mau terpaku pada satu lini bisnis. maka, Flockteers Indonesia tengah melakukan penelitian untuk menciptakan&nbsp;<em>healthy beauty product, </em>misalkan sabun kecantikan. Mereka yakin dana investasi akan kembali dalam kurun tiga tahun mengingat derasnya permintaan setiap tahun. Kami merasa bangga bisa menciptakan produk yang bukan hanya&nbsp;<em>fashionable</em>, tapi juga menyehatkan dan kami ingin dikenal sebagai&nbsp;<em>fashion and beauty</em>&nbsp;<em>company </em>yang konsen pada kesehatan, kata Remmy yang menjabat sebagai Kepala Pemasaran.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Penyiar SCTV Jeremy Teti sudah sebulan ini memakai baju Flock Energy. Ia merasakan tubuhnya lebih berstamina. Buakan hanya itu, produk ini juga sangat&nbsp;<em>stylish</em>&nbsp;dan tidak ketinggalan zaman dan sebagai orang yang berasal dari Atambua, NTT, Jeremy merasa tersanjung dengan desain.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/remmy-dan-jason-memopulerkan-baju-berenergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selphie Bong, Memulai Bisnis Fashion dari Sebuah Mesin Jahit</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/selphie-bong-memulai-bisnis-fashion-dari-sebuah-mesin-jahit/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=selphie-bong-memulai-bisnis-fashion-dari-sebuah-mesin-jahit</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/selphie-bong-memulai-bisnis-fashion-dari-sebuah-mesin-jahit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 21:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[aktris]]></category>
		<category><![CDATA[andil]]></category>
		<category><![CDATA[anggun]]></category>
		<category><![CDATA[bahan]]></category>
		<category><![CDATA[baju]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[batasan]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[bau]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[berbelanja]]></category>
		<category><![CDATA[bergabung]]></category>
		<category><![CDATA[berhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[berkelas]]></category>
		<category><![CDATA[bertanggung jawab]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis fashion]]></category>
		<category><![CDATA[butir]]></category>
		<category><![CDATA[celana]]></category>
		<category><![CDATA[customer]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[desainer]]></category>
		<category><![CDATA[dipakai]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[finalis]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[ganteng]]></category>
		<category><![CDATA[gencar]]></category>
		<category><![CDATA[gerai]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[jagung]]></category>
		<category><![CDATA[jahit]]></category>
		<category><![CDATA[kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[katun]]></category>
		<category><![CDATA[katun organik]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[kenalan]]></category>
		<category><![CDATA[kerabat]]></category>
		<category><![CDATA[kesukaan]]></category>
		<category><![CDATA[kirim]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[kondang]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kontestan]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversial]]></category>
		<category><![CDATA[kotak makan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[label]]></category>
		<category><![CDATA[lewat]]></category>
		<category><![CDATA[lewat facebook]]></category>
		<category><![CDATA[luar]]></category>
		<category><![CDATA[maksimal]]></category>
		<category><![CDATA[manis]]></category>
		<category><![CDATA[market]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[memakai]]></category>
		<category><![CDATA[memasak]]></category>
		<category><![CDATA[membantu]]></category>
		<category><![CDATA[membuka]]></category>
		<category><![CDATA[membuka mata]]></category>
		<category><![CDATA[memesan]]></category>
		<category><![CDATA[meminta]]></category>
		<category><![CDATA[memotong]]></category>
		<category><![CDATA[Memulai]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[menambah]]></category>
		<category><![CDATA[menambal]]></category>
		<category><![CDATA[mencari]]></category>
		<category><![CDATA[mencium]]></category>
		<category><![CDATA[mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[mencuri]]></category>
		<category><![CDATA[mendekor]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[mentega]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>
		<category><![CDATA[mesin jahit]]></category>
		<category><![CDATA[mode]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>
		<category><![CDATA[orang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[papan atas]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[pecan]]></category>
		<category><![CDATA[pecan mode]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara]]></category>
		<category><![CDATA[pembuat]]></category>
		<category><![CDATA[pembuat roti]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan]]></category>
		<category><![CDATA[pemmbelian]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<category><![CDATA[pendek]]></category>
		<category><![CDATA[pengaturan]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[pesanan]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan]]></category>
		<category><![CDATA[rapi]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[rok]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>
		<category><![CDATA[sebanding]]></category>
		<category><![CDATA[sedikit]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[seribu]]></category>
		<category><![CDATA[snack]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[tembem]]></category>
		<category><![CDATA[tengkorak]]></category>
		<category><![CDATA[terbayang]]></category>
		<category><![CDATA[tergabung]]></category>
		<category><![CDATA[terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[toko]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11483</guid>
		<description><![CDATA[ Selphie Bong, Memulai Bisnis Fashion dari Sebuah Mesin Jahit <p style="text-align: justify;"> Selphie Bong desainer wanita muda Indonesia yang sukses. dia bergabung dengan pekan mode untuk kontestan Kontes Kecantikan. Ia juga tergabung dalam organisasi Chic Eco di Hong Kong, Paris, Milano, Greener, Singapura, Milano dan Shanghai. Dipilih sebagai desainer satu-satunya orang Indonesia untuk menjadi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selphie Bong, Memulai Bisnis Fashion dari Sebuah Mesin Jahit</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Selphie Bong desainer wanita muda Indonesia yang sukses. dia bergabung dengan pekan mode untuk kontestan Kontes Kecantikan. Ia juga tergabung dalam organisasi Chic Eco di Hong Kong, Paris, Milano, Greener, Singapura, Milano dan Shanghai. Dipilih sebagai desainer satu-satunya orang Indonesia untuk menjadi haute couture desainer di acara The United Nation Year of Biodiversity in the 2010 di Jenewa oleh PBB di antara desainer-desainer perdana internasional seperti Diane von Furstenberg, John Rocha, Reem Alasadi dan banyak lagi.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Rancangannya telah dipakai oleh pembicara internasional dan aktris kondang. Telah terpilih sebagai finalis dalam Pekan Mode New York 2006 sebagai Fashion Designer Silhouette muda atas nama Nolcha LLC,London Fashion Week 2007 atas nama Nolcha LLC dan Bali Fashion Week 2007 dan 2008. Dia pindah ke Jakarta pada tahun 2008 untuk membuka studio custom-made, sebuah butik kontroversial pertama di Bali 9 September 2009 (merek Bong&rsquo;S) dengan konsep rancangan yang glamour dan benar-benar habis terjual dalam seminggu.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Dia memiliki beberapa toko yang terletak di Bali dengan beberapa konsep, Selphie dikenal sebagai tempat untuk para model dan aktris Paris untuk mengoleksi dan berbelanja kebutuhan fashion mereka. Bong&rsquo;s pun tercatat sebagai salah satu dari 15 desainer fashion papan atas di Indonesia dan disebut sebut sebagai Christian Dior-nya Indonesia.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Orang tua saya memulai usahanya sebagai pembuat roti dan kue. Saya besar di sebuah pabrik roti dan kue, setiap harinya mencium bau manis dan mencuri meises dari kaleng dan memasukannya ke kotak makan dan makan roti dengan mentega dan meises berwarna warni setiap hari. Mungkin itulah kenapa saya bisa tembem seperti hari ini.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Masa kecil saya seperti charlie and the chocolate factory,contohnya seperti melihat mesin yang memasukan satu butir jagung dan tiba tiba keluar sebuah snack. Sedangkan Mama saya membantu papa di pabrik kecilnya memasang coklat chip dan mendekor kue.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya pernah melihat mama saya menjahit dengan mesin butterfly lalu menambal rok dan celana saya dan kakak yang selalu robek. Masih teringat sosok mama menjahit celana pendek batik dan saya bangga sekali memakainya lalu memamerkannya ke para tetangga.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya lalu mencoba untuk ikut serta di kompetisi Young Designer International dan terpilih sebagai salah satu finalis di New York Fashion Week dan di kirim ke New York. Waktu itu saya bertemu dengan 15 designer muda asal London, Miami, Dubai, China, Australia dan yang lainnya, Saya memang bukan pemenang untuk malam itu, akan tetapi pengalaman saat itu membuka mata saya untuk menjadi ready ke market luar. Lalu saya menerima pesanan dari orang tua teman saya dan kerabat, pada saat itu saya mulai berusaha sendiri sebagai designer.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya bertanggung jawab pada desain awal dan pembuatan pola masih saya sendiri yang menangani, mendesign trimming, pemilihan dan pembelian bahan, berhubungan dengan supplier dan customer.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Semua branding saya sendiri yang memutuskan, dengan memakai nama sendiri adalah komitmen saya untuk fokus, bisa jadi saya yang malu sendiri, apabila kualitas tidak sebanding.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya memiliki management partner dalam hal ini. dalam hal finance, human resource, dan pengaturan lainnya saya tidak mengambil andil.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Everything start from scratch through regular customer base. Dimulai dari satu mesin jahit, tanpa adanya karyawan lalu berangsur penambahan mesin bertahap, dengan adanya kepercayaan customer kami bisa membuka gerai pertama dengan modal yang cukup pas-pasan pada saat itu. Saat ini kami mulai mendapatkan investor dan kami selalu mencari investor untuk setiap pembukaan gerai.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kami juga membuat accessories, karena accessories itu lebih universal. Produk sepatu kami masih belum dicoba oleh konsumen meraka masih lebih mencari baju karena kami memang lebih ke design baju dan kami mau memfokuskan ke satu hal sebelum menambah ke hal lain agar maksimal.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Konsumen dalam negeri masih sedikit, karena bisa di bilang karena designer lokal memang kurang diminati. Masyarakat Indonesia lebih memilih membeli produk bermerek Eropa dengan alasan prestige dengan branding mereka yang sudah lebih lama Sedangkan konsumen luar negeri lebih menghargai desain dan mereka tidak begitu peduli dengan branding.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Konsumen dalam negeri mensupport sekitar 25%, cukup besar, dan 25% ini 15% dari mereka adalah return customer yang selalu kembali.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Konsumen kebanyakan dari Perancis, Inggris, italia, dan Rusia. Selain itu negara tetangga Eropa lainnya, misalnya Spanyol dan Jerman.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Rancangan pasti hasil kami sendiri akan tetapi inspirasi untuk itu tidak ada batasan. Basically label kami adalah classic cutting dan selalu di kembangkan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Untuk designer idola, saya tidak mengidolakan siapapun, karena kalau saya mengidolakan seseorang, nantinya saya akan menjadikan diri saya seperti mereka dan menjadikan rancangan saya seperti mereka juga maka saya akan melupakan identitas Selphie Bong sendiri.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tergantung, yang mana dulu. Karena Asia dan Barat cukup berbeda. Untuk pasar termasuk besar dan semua orang banyak kesukaan masing masing dan selalu berbeda maka Demand-nya pun berbeda.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kalau memesan baju yang aneh-aneh, maka konsumen salah desainer. Ada yang meminta memasangkan tengkorak bergliter di dadanya dan saya mengenalkan costume designer kenalan saya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tetapi kemarin saya baru mendapat pemesanan baju salah satu chef ternama asal Italia. Dia meminta untuk terlihat seksi dan ganteng ketika memasak tomato sauce legendary. Dia tahu&nbsp; apa yang dia mau, Sudah terbayang olehnya dan tugas saya menangkap imaginasi dia dan merealisasikannya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kami membuat pakaian untuk seseorang yang ingin terlihat rapi, classic, anggun, dan berkelas. Bukannya orang yang ingin terlihat seperti sedang ke halloween party. Jadi, kami tidak mau membuat seseorang terlihat aneh dan hanya mempermalukan diri mereka dan juga brand kami.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kami banyak memakai katun organik, sutra, dan lycra terpilih. Bahan sebenarnya semuanya sama hanya cutting dan detail. Pakaian kami kebanyakan di buat satu persatu di patung di drape lalu di jahit, itu yang membuat pakaian kami menjadi special. Memotong bahan langsung banyak dan menjadikannya mass production tak pernah kami lakukan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya baru-baru ini baru mulai memasarkan lewat Facebook, yang bernama BONG&rsquo;S by Selphie. Mengagetkan ketika beberapa minggu kami gencar mengupdate foto dan news &ldquo;Liker&rdquo; kami tiba tiba menjadi seribu yang tadinya hanya ratusan.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/selphie-bong-memulai-bisnis-fashion-dari-sebuah-mesin-jahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persahabatan, Kunci Kesuksesan Samudera Indonesia</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/persahabatan-kunci-kesuksesan-samudera-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=persahabatan-kunci-kesuksesan-samudera-indonesia</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/persahabatan-kunci-kesuksesan-samudera-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 21:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[aspek]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[bekas]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[berperan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bertepatan]]></category>
		<category><![CDATA[biasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[buat]]></category>
		<category><![CDATA[cabang]]></category>
		<category><![CDATA[casual]]></category>
		<category><![CDATA[dekrit]]></category>
		<category><![CDATA[dewan]]></category>
		<category><![CDATA[direksi]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[eropa]]></category>
		<category><![CDATA[falsafah]]></category>
		<category><![CDATA[friendship]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi kedua]]></category>
		<category><![CDATA[hak]]></category>
		<category><![CDATA[hak suara]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jajaran]]></category>
		<category><![CDATA[kapal]]></category>
		<category><![CDATA[kapal bekas]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>
		<category><![CDATA[kawin paksa]]></category>
		<category><![CDATA[kedua]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok usaha]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kepala cabang]]></category>
		<category><![CDATA[keras]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[komisaris]]></category>
		<category><![CDATA[komisaris utama]]></category>
		<category><![CDATA[korporasi]]></category>
		<category><![CDATA[kunci]]></category>
		<category><![CDATA[Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[lulusan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[mandat]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mayoritas]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[membeli]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[meneruskan]]></category>
		<category><![CDATA[menghormati]]></category>
		<category><![CDATA[menonjol]]></category>
		<category><![CDATA[niaga]]></category>
		<category><![CDATA[pelayaran]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[pendiri]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[perkara]]></category>
		<category><![CDATA[Persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[persentase]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan besar]]></category>
		<category><![CDATA[rapat dewan]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>
		<category><![CDATA[Samudera]]></category>
		<category><![CDATA[samudera Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[secara pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[setor]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[sulit]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[timbul]]></category>
		<category><![CDATA[tua]]></category>
		<category><![CDATA[urusan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11480</guid>
		<description><![CDATA[ Shanti L Poesposoetjipto: Persahabatan, Kunci Kesuksesan Samudera Indonesia <p style="text-align: justify;"> Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto seorang komisaris Utama PT Samudera Indonesia Tbk. masih terlihat energik di usianya yang sudah menginjak 63 tahun ini adalah generasi kedua dari Soedarpo Sastrosatomo sang pendiri SI. Sepeninggal ayahnya, lulusan Technische Universitat Munchen Jerman ini meneruskan nahkoda perusahaan pelayaran tersebut. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Shanti L Poesposoetjipto: Persahabatan, Kunci Kesuksesan Samudera Indonesia</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto seorang komisaris Utama PT Samudera Indonesia Tbk. masih terlihat energik di usianya yang sudah menginjak 63 tahun ini adalah generasi kedua dari Soedarpo Sastrosatomo sang pendiri SI. Sepeninggal ayahnya, lulusan Technische Universitat Munchen Jerman ini meneruskan nahkoda perusahaan pelayaran tersebut.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Bersama jajaran kelompok usaha SI, PT Indo Marine, PT Soedarpo Informatika, PT Asuransi Bintang, dan perusahaan lain yang dirintis orang tuanya bersama rekan-rekannya, Karier profesionalnya diperoleh berdasarkan hasil pembelajarannya kepada sang ayah dalam praktik-praktik pengembangan bisnisnya.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kalau melihat Samudera Indonesia, Niaga, atau Asuransi Bintang, itu yang menjadikan perusahaan besar adalah Bapak dan kawan-kawannya. bukan hanya Pak Soedarpo saja. mungkin yang menonjol di masyarakat&nbsp; atau yang ketahuan Pak Darpo, tetapi sebetulnya banyak kawan-kawannya yang sampai sekarang merupakan pemilik. yang akhirnya memang Bapak di Samudera Indonesia mungkin yang terbesar itu patut disyukuri.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tetapi satu aspek yang saya belajar dari Bapak waktu itu adalah kalau kita masuk ke dalam satu perusahaan dan kita berperan sebagai anggota dewan komisaris, peran kita kan bukan sebagai pemilik dan berarti kita adalah anggota dewan komisaris di mana para anggota itu mempunyai hak suara yang sama.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Di situ tidak bisa berperan persentase kepemilikan. yang dijaga mungkin aspek governance yang kadang-kadang agak sulit bagi orang biasa yang tidak bergerak di korporasi untuk menyelami itu. Namun jika di dalam komisaris dan direksi artinya sama haknya. Maka semua punya hak suara.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya menarik pengalaman bahwa seringkali kalau kami sedang berada di dalam rapat dewan komisaris/direksi terjadi suatu diskusi mengenai satu jurus yang harus diambil. Bertepatan apa yang disuarakan Bapak tidak disetujui, mayoritas tidak menerima, maka Bapak akan terima.<br />
	&nbsp;</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Jadi itu satu hal yang mungkin buat saya menjadi bahan pembelajaran buat generasi berikut dan rekan-rekan direksi yang lainnya. janganlah lihat saya sebagai pemilik saja. Namun kepada keponakan-keponakan juga agak sukar. Kadang timbul pertentangan yang ada di dalam nilai-nilai luhur falsafah kekeluargaan. Jadi kita harus menghormati yang tua, adik saya itu paling bisa bicara begitu.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saya sering keras sama Bapak,&nbsp; dalam konteks &lsquo;usaha&rsquo;. jika ada adik saya, itu saya bisa dibilang dosa. Tapi saya tahu di konteks mana saya berada Jadi saya pernah begitu dan disuruh minta maaf, tetapi saya bilang saya tidak mau karena saya tidak merasa salah. Akan tetapi adik saya itu berani minta maaf meskipun memang tidak salah sebenarnya. jika saya tidak akan melakukan itu.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Jadi perkara persahabatan itu saya kira belakangnya trust. waktu saya mahasiswa, Ayah mewakili suatu perusahaan Jerman. Ayah kenal baik dengan pemilik maupun dirut/komisaris utamanya. Kota Munchen&nbsp; kan jauh dari Hamburg karena pusatnya di Hamburg. Sehingga kepala cabang di sana itu mendapat mandat dari dirutnya harus ngopeni saya, baginya mungkin itu peluang.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Kapan lagi saya dapat perhatian dirut?, dan Konsekuensinya adalah tiap bulan dia ngajak saya makan. Saat itu kami kan karena mahasiswa kalau bisa casual, karena di Eropa gap antara yang formal dengan casual itu besar sekali, beda kalau di Amerika, dimana-mana bisa casual.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Jadi saya itu gerah. &ldquo;Ngapain sih Pa saya nggak ada urusan bisnisnya Papa&nbsp; tapi saya musti tiap bulan jalan&rdquo;. Terus Ayah bilang gini : &rdquo;Ti, gnashing goes beyond friendship.&rdquo; Saya tanya : &ldquo;Kenapa Pa?&rdquo; Ayah pun menjawab : &ldquo;Kalau saya tidak kenal dia dulu secara pribadi Samudera Indonesia itu tidak akan ada. Karena waktu Samudera Indonesia dibentuk berdasarkan atas dekrit dari Bung Karno yang ingin supaya di Indonesia ada perusahaan pelayaran.</span></span></span><br />
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Sehingga waktu itu perusahaan-perusahaan keagenan, itu seperti kawin paksa disuruh jadi satu perusahaan pelayaran. tetapi persyaratannya dalam waktu 3 tahun tadi yang ikut itu setor satu kapal. waktu itu, dirutnya bilang, Sudah beli saja kapal saya. Membeli kapal bekas, lalu anak-anak buahmmu latihannya di kapal saya dan Kru-krunya bisa magang di situ, itu kan satu blessing buat kami sebab rekan-rekan lain banyak yang tidak berhasil. sejak itu saya selalu persahabatan itu, tidak ada urusan saudara, tidak&nbsp; ada urusan etnik, suku, dll. karena besar sekali pengaruhnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/persahabatan-kunci-kesuksesan-samudera-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Manis di Balik BonChon</title>
		<link>http://www.grosirkita.com/si-manis-di-balik-bonchon/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=si-manis-di-balik-bonchon</link>
		<comments>http://www.grosirkita.com/si-manis-di-balik-bonchon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 00:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulaikhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[advisory]]></category>
		<category><![CDATA[alam sutera]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[bagus]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kimia]]></category>
		<category><![CDATA[balik]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bekerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[berencana]]></category>
		<category><![CDATA[bergabung]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Bertindak]]></category>
		<category><![CDATA[beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cepat]]></category>
		<category><![CDATA[cepat saji]]></category>
		<category><![CDATA[chicken]]></category>
		<category><![CDATA[gandaria]]></category>
		<category><![CDATA[gaya]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gerai]]></category>
		<category><![CDATA[grand Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[grogi]]></category>
		<category><![CDATA[halaman]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ikut]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[intens]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[izin]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[kelas atas]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemang]]></category>
		<category><![CDATA[kesan]]></category>
		<category><![CDATA[kesegaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[lulusan]]></category>
		<category><![CDATA[lumayan]]></category>
		<category><![CDATA[lumayan bagus]]></category>
		<category><![CDATA[magang]]></category>
		<category><![CDATA[makan ayam]]></category>
		<category><![CDATA[manis]]></category>
		<category><![CDATA[mantap]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur metal]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[membawa]]></category>
		<category><![CDATA[membesar]]></category>
		<category><![CDATA[membuat]]></category>
		<category><![CDATA[mempunyai]]></category>
		<category><![CDATA[mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[menempuh]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[mengenang]]></category>
		<category><![CDATA[menginjak]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[metal]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[muncul]]></category>
		<category><![CDATA[naungan]]></category>
		<category><![CDATA[nongkrong]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<category><![CDATA[operasional perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[orang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pembekuan]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pemegang]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat waralaba]]></category>
		<category><![CDATA[permohonan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[rapat]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[restoran cepat saji]]></category>
		<category><![CDATA[saji]]></category>
		<category><![CDATA[sebulan]]></category>
		<category><![CDATA[Segmen]]></category>
		<category><![CDATA[segmen menengah]]></category>
		<category><![CDATA[segmen pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<category><![CDATA[serba korea]]></category>
		<category><![CDATA[studi]]></category>
		<category><![CDATA[suka makan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[tawaran]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik di dunia]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[terbiasa]]></category>
		<category><![CDATA[terdapat]]></category>
		<category><![CDATA[terkesan]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<category><![CDATA[terobosan]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh]]></category>
		<category><![CDATA[waralaba]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.grosirkita.com/?p=11476</guid>
		<description><![CDATA[ Si Manis di Balik BonChon <p style="text-align: justify;"> Michelle E. Surjaputra. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, mempunyai bisnis yang lumayan bagus: restoran cepat saji BonChon Chicken. </p> <p style="text-align: justify;"> Inspirasi mengembangkan bisnis ini diperolehnya saat menempuh studi di Amerika Serikat. Sewaktu kuliah, saya dua kali sebulan nongkrong di BonChon. Yang ada [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Si Manis di Balik BonChon</span></span></span><br />
</h1>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Michelle E. Surjaputra. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, mempunyai bisnis yang lumayan bagus: restoran cepat saji BonChon Chicken.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Inspirasi mengembangkan bisnis ini diperolehnya saat menempuh studi di Amerika Serikat. Sewaktu kuliah, saya dua kali sebulan nongkrong di BonChon. Yang ada di New York terdapat sekitar tujuh gerai BonChon, ucap kelahiran Jakarta 15 November 1988 yang lulusan New York University Leonard Norman Stern School of Business ini.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Tetapi, Michelle tak langsung membawa BonChon. Setelah kembali ke Indonesia, ia sempat magang di perusahaan ayahnya dan pernah magang di AXA Advisory, UBS dan Bank Indonesia. Ide BonChon baru muncul saat mengunjungi mal-mal di Jakarta. Menurut saya, kenapa tidak saya bawa BonChon ke Indonesia? Belum lagi di Indonesia sedang tren yang serba Korea dan orang Indonesia suka makan ayam, ujar Michelle mengenang.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">diawalnya, ia agak grogi berbisnis karena tak punya pengalaman sama sekali dengan waralaba. Lalu, mengapa tak bergabung dengan bisnis orang tua? orang tua berbisnis dibidang manufaktur metal dan itu bukan bidang saya. Saya lebih suka industri gaya hidup, ujarnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Mantap dengan pilihannya, ia mencoba memberanikan diri menulis minat bekerja sama yang dikirimkan ke pihak BonChon Chicken melalui website. Apakah respons mereka? menurut GM-nya BonChon sudah sering menerima tawaran permohonan master franchise untuk di Indonesia. Akan tetapi saya diberi kesempatan membuat business plan. Beruntung, Michelle sangat terbiasa membuatbusiness plan, maka dia bisa membuat setebal 50 halaman hanya dalam tiga hari. Mereka terkesan dengan proposal saya, kenangnya.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Akhirnya, segalanya berlangsung cepat dan seperti sebuah keajaiban. Seperti itulah kesan Michelle. Pada bulan Agustus 2011 ia memasukkan proposal, bulan Oktober sudah diminta ikut pelatihan, November keluar izin dan di bulan Januari 2012 gerai pertama BonChon di Jakarta dia buka. Prosesnya Cukup cepat. Gerai pertama BonChon Chicken dibuka di Grand Indonesia di bawah naungan PT Michelindo Food International sebagai pemegang master franchise BonChon Chicken untuk Indonesia.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Michelle bergerak cepat. Bersama kawan-kawannya yang bertindak sebagai investor, Michelle segera beraksi. Saya dan beberapa teman. Tapi tak sampai lima orang, katanya. Bermula dari Grand Indonesia, kini BonChon berjumlah tujuh gerai yang tersebar di mal-mal kelas atas seperti Living World Alam Sutera, City Walk Sudirman, Gandaria City, Supermal Karawaci Central Park dan Kota Kasablanka. Yang lain akan segera menyusul gerai di Kemang Village dan Beachwalk Bali.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Menyasar segmen pelanggan kelas A dan B, ia menjelaskan, bahwa keunikan BonChon terletak pada kesegaran bahan makanannya. ayamnya tidak ada proses pembekuan dan tak menggunakan bahan kimia dalam bumbu ayam, ucapnya penuh bangga.<br />
	Menurut Utomo Njoto, seorang pengamat waralaba, jika BonChon ingin kian membesar, lebih cocok bermain di segmen menengah ketimbang di segmen A. Terobosan mereka cukup cepat.<br />
	Tidak mudah untuk secara konsisten buka satu gerai per bulan. Tapi untuk menjadi bisnis yang solid, jadi Utomo menyarankan Michelle lebih memperkuat dari sisi organisasi dan tim, agar dapat menjalankan sub-franchising. dibutuhkan kemampuan infrastruktur organisasi, sistem dan pembiayaan, ujar Utomo.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="color:#800000;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: comic sans ms,cursive;">Saran Utomo sangat mengena. Menurut Michelle tantangan terbesar untuk mengembangkan bisnisnya adalah bagaimana memastikan BonChon Indonesia bisa mengikuti standar BonChon internasional. Ia ingin menjadikan BonChon Indonesia sebagai BonChon terbaik di dunia. Maka dia intens terlibat dalam operasional perusahaan. Ia selalu rapat setiap pagi di kantor dan setiap gerai dia datangi setidaknya dua kali dalam sebulan. dia berencana akan terus berekspansi dan setiap bulan membuka satu gerai baru.</span></span></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<p style="text-align: justify;">
	&nbsp;
</p>
<ul style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/" id="Tas Maika Etnik" name="Tas Maika Etnik" target="_blank" title="Tas Maika Etnik">Tas Maika Etnik untuk Remaja &#8211; Dewasa</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/konoka" id="Tas Anak konoka" name="Tas Anak konoka" target="_blank" title="Tas Anak konoka">Tas Anak Konoka</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hirakedre" id="Tas Laptop Hirakedre" name="Tas Laptop Hirakedre" target="_blank" title="Tas Laptop Hirakedre">Tas Laptop Etnik Hirakedre</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/produk/smallcase">Smallcase Etnik (Tempat Hape)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/tentang-kami">Tentang Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/hubungi-kami">Hubungi Kami (www.grosirkita.com)</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/dicari-distributor">Dicari Distributor Seluruh Indonesia</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/download-katalog">Download Katalog</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com" id="Grosir Tas" name="Grosir Tas" target="_blank" title="Grosir Tas">Grosir Tas</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/heejou" id="Heejou" name="Heejou" target="_blank" title="heejou">Tas Heejou</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/mimosabi" id="Mimosabi" name="Mimosabi" target="_blank" title="Mimosabi">Sepatu Etnik Mimosabi</a>
	</li>
<li style="text-align: left;">
		<a href="http://www.grosirkita.com/rekening-bank-maika1/" id="Rekening Maika" name="Rekening Maika">Rekening Bank yang kami gunakan (BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri)</a>
	</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.grosirkita.com/si-manis-di-balik-bonchon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  www.grosirkita.com/feed/ ) in 1.00193 seconds, on May 19th, 2013 at 7:36 pm UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 19th, 2013 at 8:36 pm UTC -->
<!-- +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ -->
<!-- Quick Cache Is Fully Functional :-) ... A Quick Cache file was just served for (  www.grosirkita.com/feed/ ) in 0.02818 seconds, on May 19th, 2013 at 8:21 pm UTC. -->